Dalang Keributan Diduga Terpengaruh Minuman Keras

145

Dua dalang keributan di lapas kelas dua a Jelekong, Baleendah kabupaten Bandung, diduga dalam keadaan terpengaruh minuman keras. Pihak lapas pun akan menyelidiki pemasok minuman keras atau pembawa minuman yang dilarang masuk ke lingkungan lapas tersebut. Selain itu, keributan tersebut terjadi karena jumlah napi di lapas terlalu banyak, sedangkan petugas hanya enam orang.

Pasca keributan di lapas kelas 2a Jelekong, Baleendah, kabupaten Bandung, pihak lapas akan menyelidiki pemasok minuman keras ke dalam lingkungan lapas. Diduga, saat terjadinya keributan, D dan H dalam keadaan terpengaruh minuman keras.

Sedangkan pisau yang sempat digunakan seorang pelaku keributan, biasa digunakan untuk bimbingan kerja di lingkungan lapas. Selain itu, jumlah napi berlebih mencapai seribu dua ratus orang, sedangkan lapas tersebut seharusnya hanya menampung tujuh ratus napi.

Menurut Kepala lapas kelas 2a Jelekong, Suprapto, dengan kondisi lapas yang  melebihi kapasitas, sedangkan petugas hanya enam orang, tidak menutup kemungkinan banyak terjadi keributan. Rencananya, dalam waktu dekat, lapas ini akan menambah tujuh puluh satu petugas.

Selain menambah jumlah petugas lapas, rencananya pendekatan kepada napi di lapas jelekong akan sering dilakukan, agar kasus tersebut tidak terulang lagi. Dalam dua bulan terakhir, telah terjadi dua kali keributan di lapas jelekong. bahkan, pada keributan pertama, seorang napi meninggal dunia, diduga karena dikeroyok napi lainnya.

Rezytia Prasaja, BandungTV.