Dari Gunung Puntang untuk Dunia

452

APAKAH Anda menemukan pada peta daring Anda yang menunjukkan lokasi Gunung Puntang? Benar, Gunpun merupakan kawasan perbukitan ke arah tenggara Kota Kecamatan Banjaran, Kabupaten Bandung. Tidak terlalu sulit, dari Jalan  Raya Banjaran – Pangalengan, ada penunjuk arah ke kiri, masuk jalan desa. Di ujung jalan itulah Gunung Puntang itu berada. Kawasan itu merupakan daerah kunjungan wisata. Banyak orang luar Bandung yang sengaja datang ke Gunung Puntang untuk menikmati suasana pegunugan. Para pelancong juiga dapat berjalan mengarungi sungai berbatu-batu dengan air sangat jernih dan mengalir  deras.

Daerah wisata itu sudah terkenal sejak zaman Belanda bahkan kata orang, Bupati Bandung, Wiranatakusumah, pernah mendirikan vila di daerah itu. Ternyata pada era daring sekarang ini, nama Gunung Puntang tiba-tiba saja mendunia. Orang-orang di Amerika Serikat dan Eropa, mengenal Gunung Puntang karena kopinya. Kopi gunung puntang dinobatkan sebagai kopi nomotr satu di dunia. Gelar itu ditsematkan pada ajang Speciality Coffee Association of America di Atlanta tahun 2016.

Orang Kabupaten Bandung patut bebangga memiliki dua jenis kopi yang sangat terkebnal di dunia yakni kopi luwak dari Ciwidey dan kopi gunung puntang dari Desa Sukamulya Kecamatan Banjaran. Permintaan akankopi ginung puntang terus menanjak swehingga para petani kopi di Bandung Selatan itu kewalahan. Panen kopi tahun ini menghasilkan 50 ton layak giling. Jumlah itu masih sangat kecil dibanding permintaan padahal harga kopi gunmung puntang terus naik. Sekarang harganya mencapai Rp 12.000 perkilopgram, naik dari Rp 8.000/kg tahun lalu. Namun harga bagi pecandu kopi tidak terlalu menjadi masalah.

Petani penanam kopi di Gunung Puntang ada 150 orang denganluas areal tanaman 400 hektar. Kawasan yang berada pada ketinggian 1.300 meter di atas permukaan laut, merupakan daerah sangat ideal bagi tanaman kopi. Keadaan alamnya masih terjaga. Kopi arabika yang ditanam para petani di sana, memiliki kualitas prima. Kondisi alam yang sangat ideal itu seyogianya tetap dijaga.

Para petani, juga pemerintah, tidak lantas mengekspoitasi secara emosional dan ambisius kopi gunung puntang menjadi komoditas yang menghasilkan dolar sangat banyak. Pemerintah dan para petani justru harus mampu menjaga kualitas benih, pemeliharaan tanaman, dan pengelolaan kopi pasca-panen. Peningkatan produktivitas dapat dilakukan tetapi harus tetap berhati-hati sehingga tidak mengalami over-produksi. Biarkan tetap sedikit tetapi berkualitas prima dan dicari orang.