Faktor Tidak Bahagia Harus Jadi Perhatian

450

BISNIS BANDUNG- Nilai indeks kebahagiaan yang diungkap Badan Pusat Statistik (BPS) bertentangan dengan kondisi di Jawa Barat yang menjadi destinasi wisata. Padahal, Jabar memiliki banyak keindahan alam, termasuk unggulannya Gurilaps (gunung, rimba, laut, pantai, sungai).

“Tercatat 47 juta jiwa penduduk Jabar dengan 27 kabupaten dan kota dengan karakter masing-masing. Mata pencahariannya pun beda, tentu saja kebahagiaannya tidak bisa disamakan antara yang satu dengan lainnya,” tutur Ketua DPRD Jabar, Ineu Purwadewi Sundari di Bandung, baru-baru ini.

Pembangunan di Jabar juga terus berlangsung. Bisa jadi ada faktor yang membuat tidak bahagia dan harus jadi perhatian pemerintah dan juga DPRD. Di antaranya seperti sisi sosial atau faktor kenyamanan.

Menurut Ineu, banyak yang bermasalah dengan kenyamanan, seperti kemacetan lalu lintas. Bisa saja, berita mengenai terorisme malah memicu kekhawatiran dan kegelisahan masyarakat sehingga tidak nyaman. Begitu pun dengan isu mengenai sejumlah kasus bunuh diri dan keke- rasan terhadap perempuan dan anak yang marak.

Dengan adanya hasil survey BPS tersebut tentang indeks kebahagiaan, maka Pemprov Jabar harus memperbaiki faktor-faktor yang membuat sejumlah ketidaknyamanan di masyarakat. Hal itu tentunya harus dilakukan bersama berbagai komponen masyarakat. BPS merilis indeks kebahagiaan Provinsi Jawa Barat menempati peringkat ke 29 dari 34 provinsi. Dengan nilai 69,58, indeks kebahagiaan Jabar berada di bawah indeks kebahagiaan Indonesia yang mencapai 70,69.

Jabar berada di deretan indeks kebahagian di bawah rata-rata Indonesia bersama Bengkulu (70,61), Jambi (70,45), Kalimantan Barat (70,08), Sulawesi Barat (70,02), Banten (69,83) Lampung (69,51), Nusa Tenggara Timur (68,98), Sumatera Utara (68,41), dan Papua (67,52).

Sementara provinsi di timur Indonesia, Maluku Utara menjadi provinsi yang memiliki indeks kebahagiaan tertinggi yaitu 75,68. Disusul oleh Maluku (73,77), Sulawesi Utara (73,33), Kalimantan Timur (73,57), Kalimantan Utara (73,33), Gorontalo (73,19), dan Riau (73,11).
Mengenai Ibukota Indonesia, DKI Jakarta, tidak masuk pada 7 provinsi yang paling bahagia, namun Indeks Kebahagiaan DKI masih di atas rata-rata indeks kebahagiaan Indonesia. (B-002)***