Berburu di Kawasan Cikidang, Hewan Tertangkap Dibandrol Jutaan Rupiah

620

Siapa yang tak kenal dengan kegiatan berburu. Kegiatan yang pertama kali dilakukan oleh manusia sejak ribuan tahun silam. Manusia prasejarah, untuk memenuhi kebutuhan pangan dengan cara melakukan perburuan di alam. Mereka berburu hewan berukuran kecil hingga besar.

Tinggalan – tinggalan artefak manusia prasejarah di berbagai lokasi di Indonesia menunjukkan , bahwa aktivitas berburu dilakukan secara berkelompok dengan peralatan sederhana.
Seiring perjalanan waktu aktivitas ini masih dilakukan hingga sekarang terutama oleh masyarakat di pedalaman Indonesia, misalnya di Papua, Kalimantan sebagian Sumatera dan Sulawesi.

Selain digunakan dalam memenuhi kebutuhan pangan, aktivitas berburu me­ngalami pergeseran makna, ada beberapa anggota masyarakat yang melakukan aktivitas ini sebagai kegiatan memuaskan hobi.Salah satu komunitas yang sering melakukan perburuan dan dikenal luas ialah Perbakin .

Anggota komunitas ini memiliki izin khusus kepemilikan senjata api berburu yang dikeluarkan Polri.Anggota Perbakin melakukan perburuan di seluruh wilayah Indonesia . Umumnya hewan yang mereka buru ialah babi hutan hingga rusa.

Babi hutan karena populasinya cukup banyak menjadi hama bagi para petani,babi hutan ini biasanya berkelompok dalam mencari makan.Akibat penggunaan lahan hutan yang tidak bijaksana, babi hutan menjadi kurang bahan makanan dan akhirnya merusak lahan pertanian maupun perkebunan penduduk. Selain Perbakin , masyakarat pun kerap melakukan perburuan dengan alat sederhana.

Setali tiga uang di wilayah Jawa Barat populasi babi hutan masih cukup banyak karena kurangnya predator pemangsa babi hutan. Salah satu tempat populasi babi hutan cukup banyak di Jawa Barat ialah di wilayah Sukabumi. Lahan pertanian milik penduduk sering dirusaknya.

Kawasan Cikidang Sukabumi yang merupakan lahan sawit tidak luput dari kerusakan akibat serbuan babi hutan.Sejak lama para pemburu dari luar Sukabumi kerap melakukan aktivitasnya di tempat ini.

Peluang tersebut dimanfaatkan oleh salah seorang pengusaha sawit dengan membuka sebuah resor yang khusus menyediakan aktivitas berburu . Cikidang Hunting Resort, tempat wisata berburu yang notabene satu-satunya di Indonesia berada di Desa Pangkalan, Kecamatan Cikidang, Kabupa­ten Sukabumi,
Cikidang Hunting Resort begitu istimewa, berdiri di atas lahan 30 hektar , dikelilingi perkebunan teh, karet, dan sawit, tetap alami sebagai tempat berburu. Berbagai macam satwa seperti ayam, kelinci, bebek, kambing, kalkun, babi hutan sampai rusa disediakan pengelola untuk diburu.

Hewan-hewan tersebut memang bukan satwa liar, tetapi merupakan hewan yang berasal dari tangkapan atau hewan yang sengaja diternak khusus, bukan berarti hewan-hewan tersebut sangat jinak karena dikembangbiakan di habitat aslinya. Untuk berburu, pihak resor menyediakan senapan angin 4,5 mm .

Pihak pengelola juga menyediakan panah bagi yang tidak senang dengan senjata api, akan tetapi pelancong yang membawa senjata sendiri dibolehkan untuk menggunakan senjatanya ketika berburu di sini.

Harga setiap hewan yang Anda buru dipatok Rp 300.000 untuk memburu tiga jenis hewan, yakni kelinci, ayam, dan kalkun. Sedangkan untuk berburu kambing hutan Rp 800.000–Rp 1,2 juta/ekor, dan babi hutan Rp 1 jutaRp 2 juta/ekor. (E-001) ***