Memberi Kemudahan Janji Pemerintah untuk Mobil Listrik

147

Pemerintah Indonesia membuka lebar kesempatan para pelaku industri otomotif untuk mengembangkan kendaraan yang ramah lingkungan. Teknologi hybrid dan listrik menjadi pilihan karena digadang-gadang akan menjadi kendaraan masa depan.
Pengembangan mobil listrik dan hybrid ini pun dibahas langsung Wakil Presiden RI Jusuf Kalla saat hadir dalam ajang Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2017 di ICE, BSD, Tangerang Selatan.

Di hadapan para pelaku industri otomotif, JK menyatakan, pemerintah Indonesia akan memberikan kemudahan perihal aturan-aturan terlebih untuk kendaraan listrik. ”Tentu juga dibutuhkan lagi penyediaan tenaga listrik yang banyak. Jangan khawatir karena setiap tahun pemerintah setidaknya akan memba­ngun (pembangunan pembangkit listrik) 35.000 MW (Mega Watt). Jadi tantangannya adalah sumber daya listriknya,” ungkap JK.

Dengan banyaknya pembangunan pembangkit listrik, kata JK, tahun yang akan datang masyarakat tak lagi kesulitan mendapatkan listrik. JK pun memperkirakan di masa yang akan datang bakal hadir dua juta unit mobil dan 150 juta telepon genggam mengisi daya listrik secara bersamaan , pada malam hari.

Pemerintah memprediksi 7-10 tahun yang akan datang, pengembangan kendaraan listrik dapat terlaksana. Dengan rencana tersebut, pada tahun 2025 yang akan datang, total produksi secara nasional 20 % di antaranya disumbangkan mobil listrik atau mampu terserap hingga 400.000 unit.

Sebenarnya, jika dicermati lebih dalam, ada APM yang sudah membawa mobil ramah lingkungannya ke GIIAS 2017, tapi belum resmi menjual. Sebut saja, Toyota yang sudah memperkenalkan C-HR, Nissan yang membawa Note e-Power, Mercedes-Benz yang menghadirkan E350 Plug-in Hybrid, atau BMW pamer i3.

Bisa jadi, jika peraturan dan regulasinya sudah keluar, pabrikan ini langsung jual kendaraan ramah lingkungannya tersebut yang sudah terlebih dahulu pamer bentuk di pameran GIIAS 2017. (E-002/BBS)***