Aktivitas Pembangunan Tak Terkendali, Kondisi Ekologis Semakin Degradatif

41

BISNIS BANDUNG – Secara umum kondisi lingkungan di Jawa Barat, bahkan di Indonesia belum mengalami perubahan ke arah yang positif. Hal ini menunjukkan kondisi ekologis masih belum membaik.

Dikemukakan Ketua I Forum Pengura­ngan Risiko Bencana Jawa Barat, Dadang Sudardja , kondisi ini tidak terlepas dari kondisi ekologis yang cenderung semakin mengalami degradasi
”Semua itu merupakan dampak dari aktivitas pemba­ngunan yang tidak terkendali dan mengabaikan daya dukung ekologis,” ungkap Dadang, baru-baru ini kepada BB yang menghubunginya di Bandung terkait masalah kekeringan.

Di wilayah Indonesia, menurut Dadang, secara kuantitas sampai saat ini terdapat delapan wilayah yang sudah mengalami kekeringan, di antaranya Provinsi Riau, Jambi, Sumatera Selatan, Lampung, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, NTT dan sebagian wilayah Jawa bagian barat.

Kebakaran hutan masih terjadi, walau masih bisa tertangani, pemerintah sepertinya belajar dari kejadian sebelumnya. Di Jawa Barat kekeringan mulai terjadi di wilayah Pantura (Indramayu, Cirebon, Karawang, Purwakarta dan Bekasi).

Kekeringan di beberapa wilayah, selain memunculkan kebakaran hutan dan kekura­ngan air, juga berdampak pada kesehatan dan kerugian ekonomi. Dadang Sudardja yang juga anggota Dewan Sumberdaya Air Jawa Barat mengemukakan, dari sisi penanganan kebakaran hutan sudah ada peningkatan (membaik) cukup tanggap.

Sekarang pemerintah memiliki data yang bisa dijadikan sebagai percepatan informasi dalam mengatasi bencana kebakaran, juga cukup banyak komunitas yang perduli terhadap permasalahan ini. Hal ini sangat membantu dalam penanggulangan bencana kebakaran hutan.

Yang harus dilakukan oleh pemerintah , lanjut Dadang, adalah membuat sistem yang teritegrasi dan memperkuat kapasitas kelembagaan serta personel , termasuk meningkatkan infrastruktur pendukung yang memadai.

Mengulas masalah kekurangan air, pihak pemerintah harus menyediakan pompa dan tangki air. ”Tapi yang paling mendasar adalah harus terus menerus mendorong peran serta masyarakat dalam memulihkan lingkungan hidup sekitarnya, pemulihan/rehabilitasi kerusakan lingkungan dan me­ngendalikan aktivitas pembangunan,”ujar Dadang kepada BB yang menghubunginya, Senin (28/8/17) terkait masalah kekeringan. (E-018)***