Digitalisasi Geopark Ciletuh Berdampak pada Perkembangan Pariwisata

47

BISNIS BANDUNG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar (Demiz) me- minta agar segala informasi tentang pariwisata di Geopark Ciletuh-Palabuhanratu didigitalisasi. Hal ini perlu agar segala potensi seni, budaya, termasuk wisata alam di geopark ini bisa tersebar luas dan cepat.

Hal itu dikemukakan Wagub saat membuka Festival Geopark Ciletuh-Palabuhan Ratu 2017 di GOR Tinju Palabuhanratu, Jl. A Yani, Desa Citepus, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (27/8/17). Tarian tradisional khas Palabuhanratu menjadi ucapan selamat datang sekaligus membuka rangkaian acara Ciletuh-Palabuharatu Geopark Festival 2017 dengan slogan “Culture Meet Nature” .

“Bagaimana sebetulnya sebuah kawasan pariwisata itu harus ada digitalisasi . Informasi tentang kepariwisataan harus terinformasikan dengan cepat kepada masyarakat,” ujar Wagub yang dirilis Humas Pemprov Jabar .

Sebaran informasi melalui digital atau internet terutama sosial media memberikan dampak signifikan terhadap wisata di Ciletuh-Palabuhanratu. Wagub me­ngatakan pihaknya tidak menyangka karena berbeda dengan tiga tahun lalu , kini kawasan Ciletuh dan Palabuhan bisa lebih ramai terutama di akhir pekan. “Bahkan ada informasi di Palangpang sekarang setiap akhir pekan sampah itu numpuk. Harus tetap jaga lingkungan juga ya,” pinta Demiz.

Segala hal informasi yang berkaitan dengan tempat wisata, potensi seni dan budaya, juga agenda seni dan budaya di Ciletuh-Palabuhanatu harus terintegrasi dengan baik. Aksesibilitas informasi melalui digital sangat pen­ting, sehingga masyarakat Indonesia bahkan mancanegara bisa dengan mudah dan cepat mendapatkan informasinya.

Selain kemudahan akses informasi, infrastruktur fisik juga perlu didorong agar terus dibenahi. Lebih lanjut, Wagub mengemukakan, pihaknya tengah mendorong semua pihak agar secepatnya mendirikan beberapa homestay atau tempat singgah bagi wisatawan.

“Program homestay sedang diluncurkan sekarang. Geopark Ciletuh-Palabuhanratu ini akan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus. Akan ada bantuan dari pusat, agar masyarakat bisa mengelola homestay, pinjaman dari Pemerintah Pusat,” ungkap Wagub.

“Makanya homestay perlu cepat dibangun agar ada partisipasi masyarakat di dalamnya. Bukan hotel-hotel besar. Jangan sampai yang menikmatinya (keuntungan ekonomi) bukan masyarakat Ciletuh dan Palabuhanratu sendiri,” ucapnya.

Konektivitas juga perlu terus dibenahi melalui infrastruktur jalan. Wagub mengaku ,Presiden Jokowi pernah berjanji akan mempercepat penyelesaian pembangunan jalan Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi (Bocimi) pada 2019, selain Tol Jakarta-Bogor-Palabuhanratu (Jagoratu). Apabila Tol Bogor-Ciawi-Sukabumi selesai akan memperpendek waktu tempuh menuju ke Sukabumi.

“Untuk jalanan di dalam ini (akses jalan menuju lokasi wisata) juga kita kasih bantuan besar Rp 211 miliar, di luar CSR yang ada, itu hanya untuk jalan. Jalanannya makin baik dan ada jalan baru. Dari Loji ke Puncak Darma. Jadi dari sini (Palabuhanratu) ke Puncak Darma cuma satu jam,” tutur Wagub.

Selain jalan tol, Pemprov Jawa Barat juga mendorong agar di Ciletuh atau Palabuhanratu bisa dibangun bandara. Namun, Kementerian Perhubungan minta alternatif lokasi lain untuk pembangunan bandara selain di Citarate.

Sebab ini (bandara) bisa melayani masalah pemerintahan dan juga kepariwisataan. Mudah-mudahan kalau itu ditetapkan , tahun depan bisa kita mulai ba­ngun. Alternatifnya di Citarate atau Cikembar.

Pada kesempatan ini, Wagub minta pe­ngelolaan tempat wisata terus dibenahi. Dia mencontohkan pemberlakuan tarif berbagai fasilitas di Pantai Palampang harus wajar dan tidak boleh sesukanya, seperti untuk homestay, produk makanan, tempat parkir, dan lainnya.

“Saya dengar karena banyak pengunjungnya tempat sampahnya tidak memadai. Atau mungkin tempat sampahnya harus ada pengelolaan sampah yang harus dilakukan oleh masyarakat sendiri. Juga harga (tarif) jangan naik-naik sesukanya. Seolah-olah memeras para pengunjung. Nanti lama-lama Palangpang jadi sepi wisatawan,” pungkasnya.

Pada acara CGF 2017 menghadirkan Parade Helaran yang menampilkan berbagai kreasi seni dan budaya dari beberapa kecamatan di Kabupaten Sukabumi. Selain itu, digelar juga pameran produk-produk makanan dan kerajinan tangan khas Ciletuh dan Palabuhanratu.(B-003)***