Penggunaan Drone Oleh Masyarakat Tidak Sebatas untuk Kebutuhan Militer

39

Perkembangan teknologi yang sangat pesat, mencuatkan berbagai produk canggih dan pintar bermunculan. Salah satunya Drone yang semula hanya terkenal di beberapa negara Eropa saja . Alat ini hanya digunakan oleh para profesional dan militer yang digunakan untuk kepentingan tertentu. Berbeda dengan sekarang, Drone sudah digunakan banyak orang dengan model yang lebih mudah digunakan oleh para amatir hingga profesional. Bahkan kini Drone sudah menjamur di kalangan masyarakat dunia tak terkecuali di Indonesia. Tren Drone populer , terutama di kalangan anak muda.

Apa itu Drone? Drone atau pesawat tanpa awak dalam bahasa Inggris disebut Unmanned Aerial Vehicle (UAV) diterbangkan dan dikendalikan dengan remote kontrol oleh pengguna atau pilot drone tersebut. Oleh pemerintahan, khususnya militer digunakan dalam misi penyelamatan dan pengintaian.Namun seiring berkembangnya teknologi dan kemajuan zaman,kini Drone sudah bisa dimiliki dan digunakan oleh masyarakat umum deĀ­ngan fungsi tertentu sesuai kebutuhan masing masing. Di Kota Sumedang , sekumpulan anak muda penggemar Drone ini mengatakan , komunitas pehobi Drone Sumedang terbentuk dari persamaan hobi bermain menerbangkan Drone.

Awalnya komumitas ini hanya beranggotakan 3 orang pemuda dari berbagai macam profesi.Terbentuk sekitar tahun 2015 dimotori oleh Guntur Soekarno,Aldi dan Asep Herdiana.
Mereka sering kopdar (kopi darat/berkumpul) dan jalan bareng menerbangkan Drone di berbagai wilayah Sumedang,sampai akhirnya anggota komunitas bertambah menjadi 16 orang .

Selain hobi mengambil gambar (foto) dan membuat video keindahan alam , wana wisata dan lainnya di wilayah Sumedang. Bahkan pernah diminta terlibat langsung ikut membantu tim SAR saat terjadi bencana alam tahun 2016 di Ciherang Sumedang , hingga membantu proses evakuasi korban bencana. “Kita bertiga tadinya hanya hobi bermain Drone . Sore- sore nongkrong di Alun alun Sumedang,sambil berbagi ilmu tentang Drone dan berbagi foto serta video yang kita ambil di berbagai wilayah sekaligus mengeksplorenya di medsos.

Alhamdulillah mendapat tanggapan positif dari berbagai kalangan, termasuk dari Pemkab Sumedang. Kami dilibatkan langsung untuk membantu proses evakuasi bencana alam , khususnya dalam memberi gambaran atau kondisi yang terjadi di daerah bencana hasil pemotoan Drone,” ujar Asep Herdiana kepada BB saat ditemui di Alun alun Sumedang , Senin sore (28/08/2017).

Dijelaskan Asep, komunitas Drone bukan sekedar untuk gaya atau pamer . Karena kita semua tahu kalau harga Drone ini mahal,hampir di atas satu juta rupiah dengan model standar. Asep berharap jangan melihat dari gayanya saja,namun lebih ke arah fungsi dari penggunaan Drone itu. “Drone, memang merupakan barang mahal,tapi kami memiliki Drone juga untuk kepentingan dan fungsinya,selain hobi juga sebagai penunjang pekerjaan”,kata Asep yang berprofesi sebagai wartawan sebuah media di Sumedang.

Kegiatan pehobi Drone di kota Sumedang ini memang boleh dibilang baru,karena selain alatnya yang mahal juga setiap anggotanya punya kesibukan dengan pekerjaanya masing masing,sehingga waktu berkumpul agak jarang.Namun demikian mereka sudah mempunyai jadwal tersendiri untuk berkumpul, biasanya dilakukan pada akhir pekan.

Asep dan rekan rekannya,mengajak yang ingin bergabung dengan komunitas Drone Sumedang , terpenting punya Drone sebagai syarat utama. Di komunitas ini kita akan belajar tentang teknologi Drone,cara pengambilan foto atau video udara serta yang pasti berbagi informasi tentang suatu daerah yang perlu kita eksplore potensinya. “Jadikan komunitas ini suatu wadah bersama para pehobi Drone,untuk kegiatan positif, berkontribusi untuk suatu kegiatan sosial , membantu dan memajukan sektor kepariwisataan dan kebudayaan Sumedang,” ujar Asep. (E-010) ***