Produk Kemasan Oplosan Sulit Dilihat Secara Kasat Mata

49
Jpeg

BISNIS BANDUNG — Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia-DPD Aprindo Jabar, Hendri Hendarta, SH. MM mengemukakan ditemukannya beras oplosan beberapa waktu lalu, Aprindo beranggapan bahwa produk beras Cap Ayam Jago dan Maknyuss adalah jenis beras kualitas premium . ”Jenis beras tersebut awalnya ditawarkan ke toko-toko ritel anggota Aprindo di supermarket/hypermarket dan minimarket ,” kata Hendri.

Dikatakan, selain beras, anggota Aprindo juga menyediakan dan menjual produk sembako, seperti gula pasir dalam kemasan dengan kualitas premium sesuai kebutuhan konsumen.”Sebagai pengecer/riteler kami berada di hilir dalam jaringan pemasaran produk.

Di setiap riteler ada bagian/divisi quality control untuk mengawasi barang yang dijual layak dikonsumsi. Kami beranggapan, bahwa produk yang dijual di anggota Aprindo layak jual dan memenuhi persyaratan sebagaimana diatur dalam UU Perlindungan Konsumen nomor 8/1999 dan UU Pangan nomor 18/2012 . ” Mengenai produk sembako kemasan dioplos atau tidak, tidak bisa dilihat secara kasat mata, artinya harus diteliti saksama.

Sebagai pengecer dan supplier dan pemasok harus beritikad baik, jangan sampai merugikan konsumen. ”Kalau tidak memiliki itikad baik akan ditinggalkan pelanggannya,” ujar Hendri , Senin (28/8/17) di Bandung.

Dikemukakan , mengenai produk dikemas premium, masyarakat konsumen tentunya ingin mendapatkan produk dengan kualitas walau ada perbedaan harga . Produk dengan kemasan premium dijual di riteler , seperti gula bisa ada selisih 20%/kilogram , beras 40% lebih mahal dari di kemasan biasa.

”Mengenai perbedaan kualitas dan kuantitas kembali kepada konsumen,” ujar Hendri. Hendri Hendarta menambahkan, pe­ngawasan dari dinas terkait, secara berkala dilakukan terhadap barang- barang dianggap strategis dan penting seperti sembako. Aprindo sebagai wadah pelaku usaha ritel segera mengeluarkan surat edaran untuk menarik produk-produk yang dianggap bisa menimbulkan masalah/merugikan konsumen. (E-018)***