Serap Rp920 Miliar, PT Timah Ekspansi Tambah Kapal

46

PT Timah Tbk (TINS) hingga saat ini telah menyerap dana belanja modal atau capital expended (capex) sebesar Rp920 miliar atau sekitar 40% dari total alokasi capex sebesar Rp2,3 triliun.

Dana capex yang telah diserap tersebut digunakan perseroan untuk menambah jumlah pengadaan kapal.

Selain itu, PT Timah juga telah menggunakannya untuk membiayai kegiatan eksplorasi. “Fokus kita pada pengadaan kapal baru, kemudian sebagian untuk membayar termin pertama dari peningkatan smelter. Jadi yang sudah terserap sekitar 40%,” kata Direktur Keuangan PT Timah Emil Ermindra di Jakarta.

Menurutnya, dari alokasi capex sebesar Rp2,3 triliun didapatkan perseroan dari kas internal maupun pendanaan eksternal, seperti penerbitan obligasi maupun pinjaman perbankan. Dalam waktu dekat, PT Timah berencana menerbitkan obligasi sebesar Rp1,2 triliun dan sukuk ijarah Rp300 miliar.

Direktur Utama PT Timah, Mochtar Riza Pahlevi Tabrani mengatakan, aksi korporasi ini merupakan bagian dari penawaran umum berkelanjutan (PUB) dengan total obligasi Rp2,1 triliun dan total sukuk ijarah Rp700 miliar. Obligasi ini terdiri dari dua seri, yaitu seri A dengan jangka waktu tiga tahun dan kupon 8,5-9% dan seri B memiliki tenor lima tahun dengan kupon 8,75- 9,25%.

Untuk sukuk ijarah juga memiliki dua seri, yaitu seri A dengan tenor tiga tahun dan cicilan imbalan ijarahnya 8,5- 9% serta seri B memiliki tenor lima tahun dan cicilan imbalan ijarahnya 8,75-9,25%. “Dana yang diperoleh dari obligasi sebagian besar atau sekitar 70% akan digunakan untuk belanja modal, sisanya 30% digunakan untuk pelunasan sebagian utang jangka pendek yang berasal dari fasilitas kredit modal kerja,” ujarnya.

Perseroan membutuhkan dana belanja modal untuk rekondisi peralatan produksi serta peningkatan kapasitas produksi yang meliputi pengadaan Kapal Isap Produksi (KIP).

Selain itu, juga akan digunakan untuk pengadaan kapal penambangan laut teknologi tepat guna, pengadaan peralatan asumelt dan fuming, serta terakhir untuk kegiatan eksplorasi dan pembukaan tambang besar. “Untuk dan hasil emisi sukuk ijarah setelah dikurangi biaya emisi akan digunakan seluruhnya untuk rekondisi peralatan produksi,” tuturnya. (C-003/rzk)***