80 Hektar Lahan Sawah Kekeringan, Petani Merugi

55

Akibat tidak diguyur hujan selama tiga bulan, dan tidak stabilnya pengairan dari irigasi teknis pertanian, delapan puluh hektar lahan produktif pertanian kelas satu, di kabupaten cianjur, kekeringan. kekeringan membuat petani merugi, dan tidak bisa menanam padi di usim tanam ini.

Beginilah aktivitas petani mencabut benih tanaman padi yang baru tumbuh, karena rusak akibat kekeringan, di kampung babakan genjang, desa bobojong, kecamatan mande, kabupaten cianjur.

Kekeringan terjadi selama tiga bulan terakhir, akibat faktor cuaca, dan tidak adanya pasokan air dari irigasi teknis provinsi jawa barat ke sawah milik petani. setidaknya delapan puluh hektar lahan produktif pertanian pun tidak bisa ditanami, karena tanahnya kering dan terbelah.

Selain itu, tidak adanya air yang mengalir ke sawah, membuat petani tidak bisa beraktivitas dan menghentikan penanaman padi. jika dipaksakan menanam padi di tengah kekeringan, tidak akan diperoleh hasil panen yang maksimal. bahkan, petani merugi.

Salah satu upaya agar sawah terairi, para petaniĀ  bergotong royong menyingkirkan sampah-sampah dan pasir mengendap di irigasi teknis. namun, tetap saja air tidak bisa mengalir ke lahan pesawahan, karena debit dari irigasi di bawah pertanian.

Petani setempat menuturkan, kekeringan bukan saja karena faktor cuaca, namun karena tidak ada pemeliharaan irigasi teknis dari pemerintah. air yang seharusnya mengalir ke sawah, tersendat akibat banyaknya sampah dan pengedapan pasir.

Para petani berharap, pemerintah secepatnya turun tangan, agar lahan pertanian produktif bisa ditanami padi kembali.

Heri Setiawan, Bandung TV