Bank BJB Terbitkan Obligasi Rp 4,5 Triliun

55

BISNIS BANDUNG- Bank BJB Tbk merencanakanmenerbitkan obligasi dengan target dana indikatif mencapai Rp4,5 triliun. Penerbitan obligasi tersebut untuk ekspansi kredit serta penguatan struktur dana perseroan. Menurut Direktur Utama BJB, Ahmad Irfan, pekan ini kepada pers, tahap pertama akan menerbitkan obligasi Rp2,5 triliun, yang terdiri atas obligasi subordinasi senilai Rp1 triliun dan obligasi konvensional Rp1,5 triliun.

“Obligasi subordinasi kemungkinan akan diterbitkan terlebih dahulu. Untuk underwriter juga sudah kami tentukan,” katanya seraya menyebut pada triwulan kedua 2017, Bank BJB mencatat total aset sebesar Rp108,6 triliun atau tumbuh 11,7 persen secara tahunan.
Pada periode itu, lanjut dia, perseroan juga mencatatkan pertumbuhan kredit 12,9 persen menjadi Rp68,2 triliun dengan Rasio Kredit Bermasalah (NPL) yang terjaga di level 1,57 persen. Sementara laba bersih Bank BJB tercatat Rp829 miliar.

“Tren peningkatan kinerja secara keseluruhan berhasil kita jaga dengan baik sehingga kami tetap optimistis bahwa tahun 2017 ini akan mampu kita lalui dengan catatan kinerja yang membanggakan,” ka­­- tanya Sebagai upaya mewujudkan pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan dan berkesinambungan, ia mengatakan Bank BJB senantiasa mematuhi peraturan yang berlaku sehingga implementasi Good Corporate Governance (GCG) dapat berjalan dengan baik. “Kami berkomitmen untuk terus mengembangkan Bank BJB dengan mengedepankan prinsip kehati-hatian,” katanya.

Ketika membuka Business Review , baru-baru ini, Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan, Bank BJB sebagai sebuah bank pembangunan daerah terbesar di Indonesia, sudah saatnya bersaing de­ngan perbankan nasional. Ia mengatakan, dapat dipastikan seiring dengan waktu, Bank BJB harus bisa bersaing dengan bank nasional di Indonesia.

“Persaingannya sudah selesai dengan bank daerah. Persaingannya sekarang de­ngan perbankan nasional. Itulah para pesaing kita untuk berkompetisi secara sehat tumbuh bersama-sama menjadi bagian dari kemajuan perekonomian bangsa ini,” katanya.

Untuk itu, ia meminta Bank BJB lebih berperan aktif dalam meningkatkan manfaat seluas-luasnya untuk masyarakat Indonesia umumnya dan masyarakat Jawa Barat dan Banten khususnya. Bank BJB harus menyentuh ekonomi masyarakat terkecil melalui pengucuran kredit mikro atau terhadap UMKM. Ia berharap peran Bank BJB terhadap ekonomi kerakyatan harus dipertajam dan hal ini bisa dilakukan melalui pemahaman yang baik tentang ekonomi kerakyatan itu .

“Ekonomi kerakyatan bermakna bahwa seluruh kekayaan negara yang dimiliki kita nikmati bersama-sama. Baik lembaga yang mengolahnya itu ukurannya mikro, ukurannya kecil, rendah atau bahkan ukurannya besar dan sangat besar. Tapi keseluruhan pengolahan alam semesta, kekayaan alam sepenuhnya diperuntukkan sebesar-besarnya untuk kemakmuran bangsa kita,” kata Aher.

Ia mengatakan implementasi lain ekonomi kerakyatan bisa dilakukan melalui ko­perasi agar dunia perbankan bisa dirasakan oleh semua kalangan baik pengusaha besar, menengah, maupun kecil, perbankan diharapan ikut berperan serta dalam mengembangkan koperasi. (B-002)***