Perkebunan Teh Dayeuh Manggung, Memiliki Pesona Wisata

70

Negeri China menjadi tempat lahirnya teh. Di negeri ”tirai bambu” inilah pohon teh (Camellia sinensis) ditemukan dan berasal. Tepatnya di Provisnsi Yunnan, barat daya (South-West) China.  Iklim tropis dan sub-tropis, di daerah itu secara keseluruhan merupakan hutan purba. Daerah yang hangat dan lembab menjadi tempat yang sangat cocok bagi tanaman teh.

Bahkan di daerah itu ada teh liar yang berumur 2.700 tahun dan selebihnya tanaman teh yang ditanam berusia 800 tahun ditemukan di tempat itu. Dalama perkembangannya, pohon teh menyebar ke berbagai penjuru dunia dibawa oleh para imigran China.
Juga para kolonial membawa pula teh ke negaranya. Pada abad ke 15 teh telah sampai ke Eropa dan menjadi minuman nasional di berbagai negara.

Teh masuk ke Indonesia pada zaman Belanda. Adalah Boscha yang pertama kali membawa teh serta melakukan penanaman di berbagai kawasan Indonesia.Pertama kali teh ditanam di kawasan Pangalengan Jawa Barat,hingga saat ini kita bisa melihat pohon teh pertama yang ditanam di situ.

Perluasan perkebunan teh pada abad ke 19 begitu cepat,hal ini bisa dimaklumi karena pada saat itu teh merupakan komoditas mahal di daratan Eropa.Oleh karena itulah pemerintah kolonial sangat giat membuka lahan perkebunan untuk menambah pundi pundi kas negara dari perdagangan teh.

Di Kabupaten Garut terdapat salah satu perkebunan teh peninggalam zaman kolonial yang masih beroperasi hingga sekarang. Perkebunan itu berlokasi di Desa Subatan Kecamatan Cilawu berjarak 6 km dari ibu kota kecamatan atau 15 km dari ibu kota Kabupaten Garut.

Dikenal dengan nama Perkebunan teh Dayeuh Manggung , memiliki pesona keindahan yang sangat menarik untuk dikunjungi. Sangat disayangkan jika Anda berada di Garut tidak mengunjungi wisata alam yang mempunyai keindahan yang tiada duanya tersebut.

Para pelancong yang datang ke lokasi perkebunan teh Dayeuh Manggung, umumnya berasal dari sekitar kawasan Garut dan Tasikmalaya. Hari biasa atau pada hari libur kita bisa melihat para pelancong hilir mudik di tempat itu,bahkan beberapa pelancong dari Belanda serta Jepang kerap terlihat mengunjungi perkebunan itu karena kedekatan sejarah mereka ketika menjajah di bumi pertiwi. Daya tarik utama berwisata di perkebuna Dayeuh Manggung tentu saja panorama alam yang masih asri,hamparan hijau teh sejauh mata memandang, hingga pohon pinus yang terdapat di perbukitan membuat siapapun betah menghabiskan waktunya di sana.

Kesejukan udara khas ketinggian juga membuat para pelancong betah,aktivitas utama para pelancong ialah menikmati keindahan panorama kemudian mengabadikannya dalam lensa kamera sekaligus berswafoto dengan latar perkebunan. Fasilitas pendukung wisata sudah cukup lengkap,sarana parkir,tempat penjual makanan dan minuman hingga sarana ibadah bisa ditemukan pelancong dengan mudah.(E-001) ***