Pemerintah Berencana Turunkan Pajak Sedan

51

Minat pasar global yang masih tinggi pada segmen sedan, mendorong pemerintah berencana menurunkan pajak mobil sedan. Dengan penurunan pajak , dipercaya akan menjadi formula ampuh agar sedan kembali bergairah di Indonesia.

Selama ini mobil jenis sedan dikelompokkan ke dalam kategori barang mewah, sehingga dikenakan pajak sekitar 30-40 %, sesuai kapasitas silinder mesin. Pajak sedan lebih tinggi dari mobil jenis kendaraan multi guna (multi-purpose vehicles/MPV) yang dikenakan pajak 10-20 %, sehingga membuat sedan menjadi kurang menarik bagi pembeli maupun produsen mobil.

Rencana untuk memangkas pajak penjualan sedan, tertuang dalam draft revisi Undang Undang Pajak Pertambahan Nilai dan Pajak Penjualan Barang Mewah yang akan segera diajukan ke parlemen. Menurut Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto, pemotongan pajak sedan diharapkan akan mendorong produsen mobil untuk memproduksi lebih banyak mobil sedan, tidak hanya untuk pasar domestik, tetapi juga ekspor.

Kami berharap bisa memperkuat potensi untuk mengekspor sedan dan salah satu caranya adalah dengan menyelaraskan pajak sedan. ”Di pasar glo­bal, permintaan mobil sedan jauh lebih besar dari MPV dan SUV [sport utility vehicles],” kata Airlangga. Dengan diturunkannya pajak sedan harganya pun akan kompetitif. Seperti pendapat Ketua I Gaikindo, Jongkie D. Sugiarto. Menurutnya, penurunan pajak . membuat harga sedan juga turun, pasar sedan akan berkembang. (E-002)***