Harga Beras di Sentra Produksi Merangkak Naik

60
KEDIRI, 19/1 - PENYALURAN RASKIN. Seorang buruh panggul melakukan bongkar muat beras untuk rakyat miskin (Raskin) di gudang Bulog Sub Divre V Kediri, Jawa Timur, Selasa (19/1). Untuk menekan kenaikan harga beras dipasaran, Perum Bulog Divre V Jatim akan menyalurkan 40.000 ton raskin hingga akhir Januari. Berdasarkan survei Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, harga beras di Jawa Timur naik dari Rp 5.500 per kilogram pada Desember 2009 menjadi Rp 6.000 per kilogram pada Januari 2010. FOTO ANTARA/Arief Priyono/Koz/hp/10.

BISNIS BANDUNG – Sejak Agustus 2017 , harga gabah maupun beras di tingkat penggilingan di sentra-sentra produksi wilayah Jawa Barat merayap naik rata-rata di atas 4% .
Untuk harga beras, kenaikan tertinggi di tingkat penggilingan terjadi pada beras kualitas rendah. Jenis beras ini naik 3,96% dari harga Rp 8.753/kilogram menjadi Rp 9.100/kilogram .
Rata-rata harga beras pada bulan Agustus pada tingkat penggilingan di sentra-sentra produksi wilayah Jawa Barat Rp 9.599,12/kilogram , naik sekira 0,08% dibandingkan harga beras pada bulan Juli yang tercatat Rp 9.591,31/kilogram. Berdasarkan patahan (broken) beras , kualitas premium, naik 0,11% dari Rp 10.130,36/kilogram menjadi Rp10.142,00/kilogram, kualitas medium naik 0,07%, dari Rp 9.242,47/kilogram menjadi Rp 9.248,63/kilogram.
Selanjutnya harga beras kualitas rendah , juga turut naik sekira 3,96% , dari Rp 8.753/kilogram menjadi Rp 9.100,00/kilogram.

Kemudian rata-rata harga Gabah Kering Panen (GKP) di tingkat petani Rp 4.751,17/kilogram , mengalami kenaikan 4,91% dari harga GKP bulan Juli Rp 4.528,95/kilogram . Harga Gabah Kering Giling (GKG) di tingkat petani , naik 6,68% dari Rp 5.050,00 menjadi Rp .387,50/kilogram. Gabah Kualitas Rendah , naik 3,96% dari Rp 3.605,33 menjadi Rp 3.830,58/kilogram.

”Di Jawa Barat , pada bulan Agustus 2017 jumlah transaksi gabah yang terpantau melalui Survei Monitoring Gabah terdapat 199 transaksi yang tersebar di 17 Kabupaten ,” kata Kepala BPS Jabar Dody Herlando , Senin (4/9/17) di Kantor BPS Jabar Jl.PH Mustopa Bandung.

Diketahui, harga transaksi GKP di tingkat petani , terendah dijual Rp 4.000/kilogram, harga ditingkat penggilingan Rp 4.100/kilogram , terjadi diwilayah Kab.Garut dan Tasikmalaya. Sementara harga gabah kualitas rendah di tingkat petani Rp 3.000/kilogram, terjadi di Kabupaten Bogor. Untuk harga gabah kualitas rendah tingkat petani yang terjual tinggi Rp 4.900/kilogram, terjadi diKabupaten Bekasi.

Harga transaksi GKP tertinggi di tingkat petani Rp 5.600/kilogram dan tingkat penggilingan Rp 5.770/kilogram, Dody menyebut terjadi di Kabupaten Bekasi. Kemudian untuk transaksi GKG, harga transaksi di tingkat penggilingan , rata-rata Rp 5.520,83/kilogram . Harga GKG di tingkat penggilingan terendah Rp 5.100/kilogram terjadi di Kabupaten Sumedang.Ter­tinggi Rp 5.800/kilogram terjadi di wilayah Kab.Cianjur.

Menurut Dody, perkembangan harga beras di penggilingan menunjukkan pola yang fluktuatif. Sepanjang Agustus 2016 sampai Agustus 2017, penurunan rata-rata harga terjadi pada enam bulan, yakni pada bulan November, Desember 2016, Maret, April dan Juni 2017 dengan harga terendah Rp 9.242/kilogram terjadi pada Agustus 2016.

Nilai Tukar Petani
Sementara itu pada bulan Agustus 2017 berdasar data BPS Jabar, terdapat empat dari lima subsektor pertanian yang me­ngalami kenaikan NTP ( Nilai Tukar Petani). Kenaikan NTP terdorong oleh kenaikan Indeks Diterima Petani (IT) sebesar 0,90%,
sedan­gkan Indeks Harga Dibayar Petani (IB) 0,04%.

NTP tertinggi Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat, naik sebesar 1,58% (101,67 -103,28), diikuti NTP Subsektor Tanaman Pangan, naik 1,18% (97,14 – 98,28) , NTP Subsektor Peternakan, naik 0,81% (114,38 – 115,31), NTP Subsektor Hortikultura , naik 0,13% (112,83 – 112,98), sedangkan NTP Perikanan mengalami penurunan 0,03% (102,41 – 102,38). (B-003)***