Pengembangan RS Rujukan Bagian dari Penguatan Layanan Kesehatan

38

BISNIS BANDUNG – Kepala Biro Komunikasi dan Pelayanan Masyarakat Kementerian Kesehatan, drg. Oscar Primadi, MPH menyebut, pemerintah memiliki agenda pembangunan prioritas yang tercantum dalam Nawacita.

Kesehatan masuk dalam Nawacita ke-5 yakni, ”Meningkatkan kualitas hidup manusia Indonesia melalui program Indonesia Pintar, Indonesia Sehat, Indonesia Kerja dan Indonesia Sejahtera”.

Dikemukakan Oscar Primadi, MPH, pembangunan kesehatan dalam mencapai derajat kesehatan masyarakat selama dilakukan melalui pendekatan program empat kegiatan prioritas dengan pendekatan siklus hidup (life cycle). ”Namun demikian pendekatan tersebut belum dapat mengetahui secara pasti sumber penyebab permasalahan di tingkatan usia,” kata Oscar, Senin (4/9) .

Untuk itu diperlukan pendekatan pada setiap keluarga yang diinisiasi dengan pemetaan permasalahan secara mendalam dari pendekatan siklus hidup melalui kunjungan ke rumah.
Kunjungan ke rumah (keluarga) dilakukan secara terjadwal dan rutin, dengan memanfaatkan data dan informasi dari profil kesehatan keluarga (family folder). De­ngan demikian, upaya Puskesmas yang selama ini sudah dilakukan harus diintegrasikan ke dalam kegiatan pendekatan keluarga. Puskesmas harus langsung berkunjung ke keluarga.

Program bidang kesehatan
Oscar Primadi lebih lanjut mengemukakan, saat ini jumlah peserta penduduk miskin yang dibayarkan iurannya oleh pemerintah (PBI) pada tahun 2015 sebesar Rp 19,8 triliun untuk 87,8 juta jiwa. Tahun 2016 meningkat Rp 24,8 triliun seiring dengan jumlah penduduk miskin yang dibayarkan iurannya 91,1 juta jiwa. Jumlah tersebut sampai Juli 2017 meningkat menjadi 92,2 juta jiwa dengan total pembayaran Rp 16,9 triliun.

Selain itu Oscar juga menjelaskan , me­ngenai pengangkatan PTT (pegawai tidak tetap) Kemenkes menjadi CPNS daerah pada tahun 2017 sebanyak 39.090 tenaga kesehatan, mencakup dokter, dokter gigi, dokter gigi spesialis dan bidan . Untuk Nusantara Sehat, sejak April 2015 hingga Mei 2017, telah ditempatkan 1.769 orang dalam tim Nusantara Sehat di 311 Puskesmas di daerah tertinggal, perbatasan dan kepulauan (DTPK) serta daerah bermasalah kesehatan (DBK).

Pengembangan rumah sakit rujukan juga menjadi bagian dari penguatan layanan kesehatan .
Hingga 2019 lanjut Oscar , Kementerian Kesehatan menargetkan terbentuknya 14 rumah sakit rujukan nasional, 20 rumah sakit rujukan provinsi, dan 110 rumah sakit rujukan regional. ”Sampai akhir 2016 terdapat 777 rumah sakit dan 1.465 Puskesmas yang telah terakreditasi,” tambah Oscar. (E-018)***