Ada Angin Segar di Patimban

60

PEMERINTAH bertekad mempercepat pembangunan Pelabuhan Patimban di Kabupaten Subang, Jawa Barat. Rencana awal, pembangunan fase I, berupa konstruksi,  selesai tahun 2020. ”Namun karena proyek pembangunan Patimban termasuk proyek infrastruktur strategis, dipercepat sehingga fase I harus selesai tahun 2019,” kata Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubugan, Bay M.Hasani di Jakarta.

Seperti pernah ditulis di halaman ini beberapa waktu lalu, pembangunan pelabuhan internasional di Patimban, Jabar itu dilakukan pemerintah bekerja sama dengan Kantor Kerjasama Jepang (JICA). Biaya yang disediakan sebagai pinjaman 1,03 miliar dollar AS atau senilai Rp 13,7 triliun. Pemerintah juga mengeluarkan dana tunai Rp 1,19 triliun untuk pembebasan lahan.

Pembangunan fase I dimulai Januari 2018 dan selesai serta dapat dioperasikan awal tahun 2019. Sedangkan secara keseluruhan, pembangunan Pelabuhan Patimban selesai dan beroperasi penuh tahun 2027. Hal itu dijelsakan Direktuir Kepelabuhanan Dirjen Perhubungan Laut Kementrian Perhubungan, Chandra Irawan, seperti dimuat KOMPAS (6/9).

Warga Jawa Barat patut mensyukuri niat pemerintah melakukan  percepatan pembangunan Patimban itu. Rakyat, terutama penduduk Kabupaten Subang, sudah cukup lama mendengar rencana itu. Eksekusi rencana itu sama sekali belum terlihat di kawasan Patimban. Seyogianya sejak rencana itu dicanangkan, sosialisasi terhadap warga harus sudah dilakukan secara terus menerus. Warga Subang bagian utara, khususnya para nelayan dan petani, harus ikut memetik hasil pembangunan itu. Tidak justru termarjinalisasi.