Tergiur Umroh Murah

44

LEBIH dari 80.000 orang menyatakan dirinya sebagai korban penipuan penyelenggara umroh, First Travel. Mereka membayar ongkos umroh, baik dengan mencicil maupun tunai. Ternyata puluihan ribu orang itu tidak dapat menunaikan niat umrohnya. Biro perjalanan yang dikelola suami istri muda usia itu tidak dapat memberangkatkan calon  jemaah umroh pada waktu yang sudah dijanjikan.

Menurut dugaan sementara, dana yang dihimpun darai para calon jemaah umroh itu, tidak digunakan sebagaimana mestinya. Sebagian besar habis digunakan untuk kepentinga pribadi suami istri itu. Para calon jemaah umroh yang merasa tertipu melaporkan peristiwa itu kepada yang berwajib. Namun, karena tidak ada penjamin yang bertanggung jawab atas nasib dana terhimpun, para korban tidak mungkin dapat berangkat umroh dengan ongkos yang dihim,pin FT tersebut.

Bisa saja, dana yang dihimpun FT itu kembali kepada para korban setelah ada putusan pengadilan, harta benda pelaku dilelang. Namun selain butuh waktu panjang, jumlah harta dalam bentuk benda serba mewah milik FT, tidak akan memenuhi ju,lah dana korban. Banyak kegiatan yang diduga dilakukan pelaku dengan menggunakan dana calon jemaah umroh tidak dalam bentuik pemelian barang. Banyak dana ”menguap” berupa biaya berlibur ke berbagai negara. Dana tersebut jelas tidak berwujud bendawi dan tidak dapat dilelang.

Masyarakat tertarik menjadi calon jemaah umroh melalui FT. Di samping promosi yang gencar, juga karean gterbilang sangat murah. Ketika travel lain memasang biaya umroh reguler  antara Rp 18 – 22 juta, FT  hanya memasang tarif Rp 13 juta. Sebagai ”pancingan” FT memberangkatkan calon jemaah umroh dengan fasilitas cukup mewah. Jemaah umroh yang pulang ke tanmah air, menjadi media promosi sangat ampuh. Dampak promosi dari mulut ke mulut itulah yang mampu menyedot calon jemaah umroh berpuluh ribu orang.