Es Cingcau Taman Asmaul Husna Cianjur

55

Saat kita melaju dalam perjalanan dari Bandung ke Cianjur atau sebaliknya, ada pemandangan unik yang kita lihat saat melewati daerah perbatasan  Bandung – Cianjur, yakni adanya 14 panel berukuran besar berupa kaligrafi yang dibangun di atas taman . Taman Asmaul Husna, nama yang diberikan Pemkab Cianjur . Taman ini baru selesai dibangun beberapa waktu lalu .Sebelum dibangun panel panel kaligrafi, kawasan perbatasan ini merupakan tempat pedagang kaki lima. Hingga terkesan semrawutan, pedagang kaki lima berjualan menggunakan tenda semi permanen.

Entah sejak kapan kawasan perbatasan ini menjadi tempat peristirahatan bagi para pengendara, baik roda dua maupun roda empat.Secara administrasi pemerintahan kawasan ini berada di wilayah   Kampung Panaruban, Desa/Kecamatan Haurwangi, Kabupaten Cianjur.Pilihan bagi para pengendara untuk beristirahat disini , bisa disebabkan oleh beberapa faktor yaitu topografi kawasan yang terletak di tengah tengah perjalanan menuju Kota Cianjur dari Bandung atau sebaliknya .

Ramainya para pengguna jalan yang beristirahat di lokasi ini ,  mengundang masyarakat sekitar untuk berjualan terutama berbagai penganan. Lambat laun jumlah pedagang disini semakin banyak didominasi oleh pedagang es cingcau,sebuah penganan tradisional khas Sunda yang terbuat dari daun cingcau dengan pemanis gula aren.

Dibangunnya Taman Asmaul Husna oleh Pemkab Cianjur membuat kawasan ini menjadi cantik dan unik.Keunikan arsitekturnya menjadi buruan para pengendara yang beristirahat untuk melakukan swafoto.Selain kecanggihan teknologi membuat kawasan Taman Asmaul Husna menjadi terkenal setelah disebarkan terutama di media sosial.

Lalu bagaimana nasib para penjual es cingcau dengan adanya taman ini.Ternyata pemkab menjawab keresahan para pedagang dengan menyediakan lokasi baru tidak jauh dari lokasi mereka berjualan sebelumnya. Bagaimanapun penjual es cingcau ini telah menjadi ikon Cianjur yang layak dilestarikan.

Selain menjadi sarana beristirahat para pengendara,kawasan ini menjadi magnet bagi para pelancong yang berkunjung ke Cianjur.Pada khir pekan kita bisa melihat cukup banyak pelancong sengaja mengunjungi tempat ini karena penasaran.Pada umumnya mereka sangat puas melakukan swafoto sebagi kenangan-kenangan.

Biasanya setelah puas berfoto foto para pelancong akan menyerbu pedagang es cingcau untuk menuntaskan dahaga dikerongkongan.Pada musim kemarau seperti ini para pedagang se cingcau omsetnya mengalami kenaikan signifikan. (E-001) ***