Pilot pun Banyak yang Menganggur

43

ADA sekitar 1.200 pilot muda yang menganggur! Berita yang dirilis Kementrian Perhubungan itu cukup mengagetkan. Mengapa di Indonesia yang memiliki maskapai penerbangan cukup banyak dengan jangkauan sangat luas, baik domestik maupun internasional, masih sangat banyak pilot yang tidak punya pekerjaan. Mereka menambah panjang jumlah penganggur. BPS mencatat di Indonmesia tahun 2016 terdapat 7,01 juta penganggur, 6.085 di antaranya, sarjana (S1). Ternyata pilot pun banyak yang menganggur.

Sekarang justru pemerintah tengah memprioritaskan pembangunan bandara di berbagai daerah, termasuk pembangunan Bandara Kertajati di Majalengka, Jawa Barat.  Banyak bandara yang ditingkatkan dari pelayanan domestik menjadi pelayanan internasional. Begitu pula maskapai penerbangan, seolah-olah tengah berlomba dengan membeli banyak pesawat terbaru. Daerah operasinya juga terus ditingkatkan.

Dilihat dari perkembangan penerbangan yang terus menanjak dengan infrastruktur yang semakin baik, rasa-rasanya tidak mungkin ada pilot yang menganggur. Di mana salahnya? Mengapa hal itu bisa terjadi? Pilot atau penerbang, merupakan profesi khusus. Sedikit sekali orang yang ”kebetulan” jadi pilot. Dalam bayangan masyarakat luas, seorang penerbang itu merupakan sosok yang memiliki kelebihan dibanding umumnya pemuda. Seorang pilot akan mendapat brevet terbang setelah melalui pendidikan dengan persyaratan amat berat. Jumlah keluaran (output)-nya juga disesuaikan dengan kebutuhan. Karena itu stok pilot tidak mungkin berlebih. Semua pilot hasil pendidikan akan terserap langsung oleh maskapai penerbangan.

Menteri Perhubungan menjawab pertanyaan di atas, mengatakan, dulu kebutuhan akan tenaga pilot cukup besar. Pertumbuhan industri penerbangan naik terus hingga dua digit. Oleh sebab itu, banyak sekolah pilot dibuka. Saat ini di Indonesia terdapat 21 sekolah pilot. Ada sekolah pilot itu, menurut Direktur Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara, Dirjen Perhububgan Udara, Muzifar Ismail, yang tidak memenuhi pesyaratan (KOMPAS 6/9). Sebuah sekolah pilot hanya punya sebuah pesawat latih sedangkan siswanya lebih dari 30 orang. Menurut Civil Aviation Safety Regulation (CASR) Nomor 141, sebuah sekolah pilot harus memiliki (bukan sewa) paling sedikit lima pesawat latih. Dari lima pesawat itu, empat pesawat bermesin tunggal dan satu bermesin ganda.

Profesi pilot pasti sangat menarik minat para pemuda sehingga sekolah pilot selalu menarik pula. Banyak pemuda yang berlomba menjadi peserta didik di sekiolah-sekolah pilot tanpa melihat fasilitas dan masa depan mereka setelah lulus. Akibatnya terjadi ”inflasi” calon pilot. Maskapai penerbangan tidak mau begitu saja menerima lulusan sekolah pilot dalam negeri. Mereka memilih pilot asing yang berpengalaman. Lihat saja berbagai maskapai penerbangan nasional yang mengerjakan pilot jebolan maskapai penetrbangan luar negeri. Tentu saja tindakan maskpai itu tudak terlalu salah. Mereka menginginkan tenaga professional demi keselamatan dan kenyamanan penumpang.