Sampah Plastik Menjadi-jadi

41

PANTAI di mana pun di dunia selalu menjadi daerah yang menyenangkan. Wisata pantai selalu menjadi andalan semua negara yang memiliki laut, sebagai destinasi wisata unggulan. Sayangnya, di Indonesia,justru banyak pantai yang sangat kotor. Pencemaran lautan di Indonesia  berupa logam berat dan plastik semakin meluas dan menjadi-jadi.

Logam berat berasal dari limbah industri sedangkan plastik berasal dari limbah domestik. Semua limbah itu terbawa aliran sungai. Kandungan logam berat pada air laut di berbagai muara sungai di Indonesia, khususnya di P. Jawa, sudah melebihi ambang batas. Begitu juga cemaran mikroplastik yakni partikel yang berasal dari pelapukan  sampah plastik semakin tinggi.

Sudah cukup lama Indonesia menyatakan ”perang” terhadap sampah plastik. Namun hasilnya, sampah plastik benar-benar menguasai tempat pembuangan sampah dan semua sungai di perkotaan. Citarum, salah satu sungai yang paling ”menarik” sampah plastik, berdesakan di permukaannya. Sejak Majalaya, di hulu hingga muara di Ujung Bekasi, penuh sampah plastik.

Harian Umum PR memuat reportase Ekspedisi # PlasticBottleCitarum. Pelakunya dua orang pemuda kakak beradik asal Paris, Prancis, Garry dan Sam Bencheghib. Keduanya menggunakan kayak buatannya berupa anyaman ribuan botol plastik. Pada pelaksanaanya, kedua kayak atau perahu unik itu tidak dapat didayung dari hulu ke hilir Citarum. Sungai terpanjang di Jabar itu tengah surut, dangkal, dan permukaannya penuh sampah, terutama sampah plastik.

Mungkin kedua pemuda yang punya pengalaman mendalam tentang sungai di beberapa negara, merasa heran, masyarakat sekitar Citarum tidak merasa risih dengan pencemaran terhadap Citarum itu. Sebagai pemilik sungai itu, masyarakat begitu akrab dengan warna air sungai yang hitam kelam dan sampah plastik yang terhampar di atas permukaan air. Penduduk dan industri di sepanjang sungai tanpa perasaan apa-apa, dengan tenangnya membuang sampah ke sungai. Ada pula anggota masyarakat yang tanpa menggunakan peralatan apa-apa, masuk sungai memunguti plastik yang dapat didaur-ulang.