Dari KetinggianPuncak Darma, Melihat Pesona Bendang Alam Menakjubkan

36

            Ciletuh  sebuah daerah di wilayah Kabupaten Sukabumi,  memiliki keunikan jenis batuan yang diperkirakan berusia 50 hingga 60 juta tahun. Menurut hasil beberapa penelitian,  batuannya terdiri dari asam hingga ultrabasa, sedimen sampai metamorfik yang berdampingan menampilkan mozaik alam yang penuh pesona. Ciletuh memiliki kekayaan alam luar biasa,bentang alamnya sangat unik , hamparan bebatuan purba menciptakan beberapa air terjun dengan panorama menakjubkan. Bentang alam menakjubkan ini tidak bisa dipungkiri merupakan salah satu aset potensial  bidang wisata,terutama wisata minat khusus.

            Salah satu lokasi ikonnya antara lain Puncak Darma. Topografi daerah ini terletak di atas ketinggian kurang lebih 300 mdpl.Dari atas ketinggian  kita bisa melihat dengan jelas pemandangan hamparan kawasan Ciletuh,mulai dari teluk berbentuk tapal kuda raksasa hingga muara sungai .Untuk mencapai lokasi Puncak Darma terlebih dahulu harus memasuki kawasan Ciletuh yang sudah ditetapkan sebagai kawasan Geopark.Dari pusat Kota Sukabumi Ciletuh bisa ditempuh dengan lama perjalanan antara 3-4 jam  menggunakan kendaraan roda empat.Secara administratif wilayah ini masuk ke daerah Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas Kabupaten Sukabumi.

            Daya tarik utama Puncak Darma terletak pada topografinya  sebagai daerah tertinggi di daerah Ciletuh. Hingga dari tempat ini pemandangan kawasan Ciletuh terlihat cantik mempesona.Biasanya para pelancong menikmati panorama saat matahari terbit atau tenggelamg dari atas ketinggian Puncak Darma. Dari puncak yang berada di ujung utara, tampak Teluk Ciletuh dengan Pantai Palangpangnya tampak memesona. Pulau-pulau kecil yang kami kunjungi sehari sebelumnya terlihat  mungil membentang jauh ke selatan. Bisa dibilang, sungguh belum lengkap datang ke Geopark Ciletuh jika belum ke Puncak Darma yang menjadi semacam tribun penonton di amfieater . Istilah amfiteater merujuk pada  karya cipta manusia berupa arena pertunjukan terbuka yang didesain untuk menghasilkan akustik yang baik. Amfiteater biasanya berbentuk lingkaran, oval, atau setengah lingkaran.

            Menurut masyarakat setempat penamaan Puncak Darma erat kaitannya dengan mitos menyeramkan yang berkembang di masyarakat sekitar. Diceritakan , pada saat maghrib atau menjelang malam sering terlihat sosok Kuntilanak berbaju putih dengan rambut terurai panjang sedang duduk di atas batu sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Posisi duduk dengan menggoyang-goyangkan kaki tersebut disebut sebagai posisi “darma”. Dari certa itu, mencuat nama “Puncak Darma”, spot untuk duduk dan bersantai di atas bukit sambil menggoyang-goyangkan kaki.

Fasilitas yang disediakan oleh pengelola Puncak Darma , selain di Puncak Manik bisa dibilang cukup lengkap. Lahan parkir tersedia di kaki gunung Puncak Darma . Di kawasan Puncak Darma juga terdapat beberapa warung yang menjual beberapa makanan dan minuman , termasuk toilet dan mushola . Selain itu, ditempat ini terdapat beberapa spot untuk berfoto dan beristirahat, mulai dari tempat duduk bambu hingga spot foto speedboat. (E-001) ***