Tips Penggunaan Oli Gardan

51

Untuk menjaga gardan tetap awet, pemilik kendaraan harus memperhatikan ketentuannya. Pertama muatan atau beban yang dibawa oleh kendaraan harus diupayakan tidak melebihi kapasitas.

Karena, daya tahan cross joint sudah diukur kemampuannya sesuai kapasitas yang ditentukan. Membawa muatan berlebihan dan melalui jalan yang rusak juga bisa merusak cross joint. Parahnya kendaraan tersebut, tidak bisa jalan karena cross joint-nya hancur.
Kerusakan yang terjadi umumnya di bagian joint (penghubung) yang ada di beberapa bagian, yaitu di bagian cross joint dari drive shaft utama ke gardan. Kemudian joint dari shaft differential ke roda belakang (kiri/kanan). Bagian bearingnya harus diberi gemuk agar putarannya lancar dan keausannya lebih minim.

Kerusakan komponen bisa terjadi karena oil differential jarang dikontrol. Dalam pemakaian waktu tertentu oli ini bisa habis. Bila itu terjadi, differential pun bisa rusak. Ketiga, oli differential yang kurang bisa menyebabkan putaran gigi differential semakin berat dan bisa menimbulkan kerusakan.

Penggantian oli biasanya antara 15.000 hingga 25.000 km. Oli yang digunakan untuk melumas gigi differential ini lebih kental dari oli mesin , yakni dengan viskositas (kekentalan) SAE 90 hingga SAE 140. Ini khusus kendaraan ukuran besar seperti truk dan bus. Kini yang banyak dipakai adalah multigrade SAE 90W-140. Umumnya SAE 90 atau 140 untuk kendaraan berat, bus, dan truk. Namun yang lebih baik lagi jeni oli gardan (gear & differential oil) jenis multigrade 85W-140. Kualitas yang dianjurkan setidaknya API servis GL-4 (Gear Lube) atau GL-5.
(E-002/ BBS)****