Peran Koperasi Sangat Besar Ikopin Siapkan Penggerak Wiraswastawan

48

BISNIS BANDUNG – Perkembangan koperasi di Indoenesia saat ini kurang baik. Banyak lembaga koperasi tidak berkualitas, di samping peran dan manfaatnya kurang dirasakan masyarakat anggotanya Dikemukakan Rektor Ikopin Burhanuddin Abdullah , koperasi di Indonesia saat ini masih berpegang pada esensi kuantitas tanpa kualitas, sehingga mengancam eksistensi koperasi di Indonesia. “Sebab itu lulusan Institut Koperasi Indonesia harus menjadi ujung tombak gerakan koperasi di Indonesia,” ujarnya saat mewisuda 307 lulusan Ikopin angkatan ke 44, di Graha Ikopin Jatina­ngor Sumedang, Sabtu (16/9/2017).

Pengetahuan dan keterampilan yang telah diemban selama mengenyam pendidikan di Ikopin, menurut Burhanuddin, belum cukup untuk mengoptimalkan pe­ran di masyarakat, oleh karena itu, lulusan Ikopin yang hari ini diwisuda tidak boleh merasa puas. Tempo lalu, kata Burhanuddin, jumlah koperasi di Indonesia lebih dari 220.000. Kemudian ole Kementerian Koperasi direvitalisasi dan menyisakan sekitar 158.000 koperasi.

“Jika dilihat lebih dalam kurang dari sete­ngahnya berfungsi jelas dan berperan bagi masyarakat dan anggotanya. Akan tetapi, terlepas dari kabar buruknya, banyak pula ko­perasi di Indonesia yang justru tumbuh berkembang dan semakin maju tanpa ada bantuan berarti karena keuletan anggotanya sendiri,”ungkap Burhanuddin. Bahkan, lanjut Burhanuddin, ada beberapa koperasi yang berkembang dari segi kualitas bisnisnya dengan skala cukup besar dan bisa masuk dalam cakupan koperasi regional.

“Dengan diwisudanya 307 angkatan ke 44 ini , jumlah alumni Ikopin saat ini berjumlah sekitar 13.500 orang yang tersebar di seluruh Indonesia. Lulusan Ikopin diharapkan menjadi motor penggerak koperasi di Indonesia. Sehingga keberadaan koperasi akan semakin marak dan maju,” harapnya. Burhanuddin menambahkan, 307 lulusan Ikopin yang diwisuda terdiriatas 242 lulusan program sarjana manajemen, 56 lulusan program magister manajemen dan 9 lulusan Diploma Tiga (D3).

Anggota Komisi X DPR RI Dadang Rusdiana yang ditemui BB di tempat wisuda menyebutkan, wisudawan Ikopin akan menjawab permasalahan kesenjangan sosial di beberapa wilayah perbatasan negara. Pasalnya, dengan bekal ilmu yang diperoleh di Ikopin, para wisudawan memiliki misi membangun daerahnya , khususnya daerah tertinggal. “Cita-cita besar Indonesiatahun 2030 menjadi negara empat besar di dunia dari segi ekonomi. Karenanya, Indonesia perlu lulusan yang berkompetensi dalam hal ini,” ucap Dadang yang alumni Ikopin .

Dikemukakan Dadang, kontribusi koperasi pada produk domestik bruto bergeser di angka 23%. Akan tetapi, kontribusi institusinya hanya sekitar 4%. Dengan begitu, sisanya adalah kontribusi dari anggota ko­perasi itu . “Ini yang harus diperbaiki bersama. Kontribusi institusi koperasi itu perannya sangat besar untuk dapat meraih cita-cita besar Indonesia pada tahun 2030 ,” tambah Dadang. (E- 010) ***