Memahat Laba Jasa Pahat Buah

36

BERKEMBANGNYA usaha kuliner dan Katering ikut mengerek jasa pahat buah. Dengan begitu penyajian buah jadi lebih menarik dan menggugah selera makan.

Wetz Shinoda, mantan chef restoran yang mulai menekuni profesi fruit carving sejak 2010 bilang, tren permintaan pahat buah untuk sajian prasmanan naik sejak tiga tahun lalu.

“Sebelumnya, satu permintaan masuk per bulan pun sudah bagus. Tapi, sekarang satu bulan selalu penuh dengan pesanan jasa pahat buah. Permintaannya banyak datang waktu week-end, kebanyakan buat Katering pernikahan,” kata Wetz.

Biasanya, orang menggunakan jasa pahat buah untuk acara khusus. Seperti pesta pernikahan, ulang tahun atau arisan.

Rata-rata, ada empat acara pernikahan yang memesan setiap minggu, belum termasuk acara perhelatan lain. Belum lama ini, Wetz juga pernah diminta untuk menyajikan dekorasi buah yang sudah dipahat untuk acara perayaan ulang tahun sebuah stasiun televisi swasta nasional.

Tarif jasa ukir buah ini bervariasi tergantung tingkat kesulitan. Makin rumit, tentu makin mahal. Untuk satu meja ukuran 2 meter x 1 meter, tarif jasa ukirnya mulai Rp 1,5 juta. Belum termasuk bahan baku buah, peralatan displai dan ongkos transportasi ke lokasi untuk membawa ukiran buah.

Sementara jika memesan paket lengkap termasuk buah dan sewa alat displai, Wetz mematok harga mulai Rp 2,8 juta untuk tampilan yang sederhana. Untuk yang rumit harganya mulai Rp 4 jutaan per meja. Biasanya dalam satu wedding yang besar itu ada lebih dari dua meja.

Permintaan jasa ini juga ada musimnya, lo. Biasanya permintaan melonjak saat musim nikah tiba. Seperti setelah Hari Raya Idul Fitri atau bertepatan dengan tanggal yang cantik, seperti 17-7-2017.

Selain pernikahan, acara perayaan ulang tahun juga mulai menggunakan buah ukir sebagai pengganti kue ulang tahun.

Perlengkapan yang digunakan juga sederhana. Seperti sutil, pisau dan alat lainnya. Alat yang asli harganya mencapai Rp 4 juta. Satu set terdiri dari sekitar 80 alat. Tapi, memulai profesi ini tak perlu alat mahal, asal pisau tajam dan mudah digenggam Anda sudah bisa mulai mengukir buah. Jadi, modal utamanya bukan pada alat tapi keterampilan yang harus terus diasah.

Wetz bilang, ada beberapa aliran seni ukir buah, seperti siluet foto, karakter dan ukir buah dengan gaya Thailand, ukiran bunga atau bahkan motif batik. “Baiknya, kalau mau membuka jasa ini harus bisa semua jenis ukir, karena pesanan yang masuk kadang bermacam-macam,” kata Wetz.

Semakin terkenal jasa seni ukir buah ini, permintaan kelas kursus untuk mempelajarinya juga turut naik. Kalau dulu pesertanya banyak dari kalangan juru masak, kini ibu rumah tangga dan pelajar pun tertarik mempelajari seni ini.

Wetz juga mulai menjajaki potensi usaha membuka kelas belajar untuk keterampilan ini. Satu sesi belajar dengan durasi tiga jam dihargai Rp 100.000 per satu peserta. Peserta yang sudah punya keterampilan dasar memahat butuh 12 sampai 15 sesi. Jika belum punya keterampilan seni, peserta dapat memakan waktu lebih lama.

Sedangkan untuk kelas privat, tarifnya Rp 100.000 per satu jam. Peserta bebas menentukan durasi dan pertemuan sesuai kebutuhan finansial maupun kebutuhan edukasinya. “Tapi, skill ini sebenarnya bisa dipelajari secara otodidak, jadi kalau mau cepat bisa harus rajin berlatih sendiri di rumah bukan cuma di kelas,” kata Wetz. (C-003)***