Pesona Curug Cimarinjung Di Kawasan Geopark Ciletuh

42

Menuju Geopark Ciletuh di Kabupaten Sukabumi dibutuhkan perjuangan ekstra,aksebilitas jalan belum bisa dikatakan mulus.Dibutuhkan waktu sekitar 7 jam perjalanan dari Bandung untuk sampai ke Ciletuh sebagai destinasi wisata minat khusus yang cukup beragam.
Selain keindahan alam,potensi budaya serta keragaman flora fauna , kearifan masyarakat lokal dalam bersinergi de­ngan alam patut diacungi jempol.

Ciletuh dikenal sebagai daratan pertama di Pulau Jawa,proses jutaan tahun memperlihatkan Ciletuh tampak seperti saat ini. Dampak proses geologi daratan Ciletuh memiliki banyak tebing menjulang serta air terjun atau dalam bahasa Sunda dikenal dengan sebutan curug.

Perjalanan Mandalawangi kali ini menuju salah satu curug cantik di kawasan Geopark Ciletuh. Curug itu dikenal oleh masyarakat dengan nama Curug Cimarinjung. Terletak di perbatasan Desa Ciwaru dan Desa Girimukti, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi. Curug Cimarinjung akan mudah dan lebih dekat dijangkau dari Kampung Cimarinjung, Desa Ciwaru.
Sesuai dengan namanya, Curug Cimarinjung berada di aliran Sungai Cimarinjung pada ketinggian 100 meter di atas permukaan air laut (Mdpl). Sungai Cimarinjung merupakan salah satu sungai yang bermuara ke Teluk Ciletuh di Samudera Hindia.

Curug Cimarinjung merupakan salah satu lokasi favorit para pelancong yang berkunjung ke Ciletuh. Aksebilitas menuju lokasi cukup mudah,kendaraan roda dua maupun roda empat bisa dengan mudah sampai ke lokasi. Dari tempat parkir kendaraan, curug itu masih harus ditempuh dengan berjalan kaki menyusuri jalan setapak sejauh 150 meter.Sesampainya di lokasi,tampilan pertama yang akan kita lihat adalah tebing menjulang setinggi 50 meter yang didominasi oleh tebing batuan berwarna coklat.

Aliran air dari sungai Cimarinjung jatuh dari ketinggian tebing,pada musim kemarau debit airnya kadang kecil , bahkan tidak mengalir sama sekali.Namun apabila musim penghujan debit air sangat besar dan ketika air dari ketinggian tebing menghujam ke dasar batuan terlihat seperti kapas putih besar bergulung- gulung. Pesona Curug Cimarinjung sulit dilupakan oleh para pelancong yang mengunjunginya . Para pelancong tidak jarang berenang di bawah air jatuhan curug. Hal ini tentu saja harus dilakukan dengan penuh kewaspadaan karena kolam itu kedalamannya mencapai 3 meter.

Aktivitas lain yang bisa dilakukan , ialah berswafoto de­ngan latar curug atau hanya menikmati suasana alami di seputaran curug. Fasilitas penunjang wisata sudah tersedia, meski masih sederhana, seperti penjual makanan , minuman dan sarana parkir. Para pelancong biasanya ramai saat masa liburan atau akhir pekan,walau masih didominasi oleh pelancong lokal.Pengunjung dari luar Sukabumi mengetahui keberadaan curug dari sosial media serta informasi lainnya . (E-001) ***