Pusat Penyelamatan Satwa Liar Cikananga (PPSC), Hibah The Gibbon Foundation Senilai Rp 16,4 miliar

23

Lembaga non-profit ini bergerak dalam pelestarian kehidupan liar dan habitatnya di Indonesia. Sebut saja PPS Cikananga yang berdiri 27 Agustus 2001. Misi dari Cikananga adalah berkontribusi dalam pelestarian satwa langka serta ekosistemnya dengan mendukung pemerintah Indonesia dalam upaya penegakan hukum penertiban pemeliharaan satwa liar yang dilindungi hukum .

Aktivitas utama dari Cikananga menyediakan sarana pendukung dan sumber daya manusia untuk menjaga barang bukti hasil penertiban dan mempersiapkan latihan bagi satwa liar sebelum dikembalikan ke habitatnya. Hal-hal yang melatarbelakangi berdirinya PPSC, antara lain karena masih maraknya pemeliharaan dan perdagangan satwa liar yang dilindungi, adanya berbagai perangkat kebijakan hukum dan peraturan mengenai pemeliharaan dan perdagangan satwa liar yang masih jauh dari sasaran, selain masih terbatasnya pusat transit dan rehabilitasi satwa liar yang dilindungi. Yayasan yang didanai oleh Gibbon Foundation ini bertugas untuk menampung, me­rawat, dan melatih satwa liar hasil sitaan atau serahan sukarela dari masyarakat yang selanjutnya dilepas kembali ke habitatnya. The Gibbon Foundation, mendirikan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga. Letaknya di Kampung Cikananga, Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, sekitar 29 kilometer sebelah utara Kota Sukabumi. Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga dibangun di atas areal seluas 14,2 hektare.

The Gibbon Foundation menghibahkan dana Rp 16,4 miliar untuk pembangunan tempat itu. Sedangkan pelaksanaannya dilakukan bekerja sama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Departemen Kehutanan, ditambah petugas yang dibentuk khusus oleh Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga. Menurut Direktur The Gibbon Foundation Willie Smits, Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga bukan hanya berfungsi menyelamatkan satwa langka.

Tempat tersebut juga dibuat untuk merehabilitasi pola hidup, sebelum satwa dikembalikan ke habitat aslinya. Selain itu, Gibbon Foundation juga membuka pintu buat pihak yang hendak melakukan ekowisata dan penelitian. Masyarakat luas dari berbagai kalangan bisa mengunjunginya.  Pengelolaan satwa di PPS Cikananga memiliki pola yang teratur. Ketika satwa masuk ke PPS, satwa dikarantina terlebuh dahulu selama 3 bulan. Setelah melalui masa karantina, satwa tersebut dipindahkan ke kandang pre-release.

Setelah satwa dinilai cukup mampu untuk dilepaskan ke alam liar, satwa tersebut dikeluarkan dari PPS dan masuk ke pusat rehabilitasi sebelum satwa dilepas -liarkan kembali ke alam.
Pengelolaan kandang dirancang mirip dengan habitat asalinya. Ukuran kandang berbeda-beda sesuai dengan kebutuhan satwanya. Jenis kandang di PPSC terbagi atas 3 jenis yaitu kandang karantina, kandang sosialisasi dan kandang pre-release. Kandang karantina diperuntukkan bagi satwa liar yang datang ke PPSC.

Di kandang ini satwa liar akan diperiksa kondisi kesehatannya, biasanya lama karantina minimal 3 bulan, akan tetapi jika kondisi satwa tidak memungkinkan untuk dipindah ke kandang sosialisasi maka satwa itu belum boleh dipindahkan. Kandang sosialisasi digunakan untuk satwa yang telah melewati tahap pemeriksaan atau masa karantina. Di kandang ini satwa disosialisasikan menurut spesiesnya. Setelah berhasil disosialisasikan satwa akan dipindahkan ke kandang pre-release. Kandang pre-release digunakan untuk satwa sebelum dilepasliarkan kembali. Kandang ini mirip seperti habitat aslinya. (E-001) ***