Menggunakan Ponsel Pintar Bisa Bikin Bodoh?

35

PONSEL pintar memang saat ini menjadi perangkat yang tak bisa lepas dari kehidupan. Namun, di balik manfaat ponsel pintar itu ia juga ternyata bisa berdampak buruk untuk daya ingat manusia.

Menurut ahli saraf Baroness Susan Greenfield, mereka mungkin akan membuat Anda lebih baik di quiz pub, tapi kemampuan ‘outsourcing’ untuk mengingat fakta sebenarnya berbahaya.

Rekan peneliti di Lincoln College, Oxford University mengatakan bahwa otak manusia memiliki efek ‘gunakan atau hilangkan’, jadi kemampuan manusia untuk menyimpan fakta, berisiko menjadi berkurang.

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa membaca pada perangkat digital artinya orang tak menyerap informasi sesegera mungkin dengan membaca di atas kertas.

Peneliti dari Dartmouth College meminta sukarelawan untuk membaca sebuah cerita oleh penulis David Sedaris, beberapa dalam format PDF, beberapa di atas kertas.

Orang-orang yang telah membaca cerita di atas kertas tampil lebih baik secara signifikan ketika sampai pada pertanyaan abstrak tentangnya, dengan jawaban benar 66%.

“Ada banyak penelitian tentang bagaimana platform digital bisa mempengaruhi perhatian, distractibility dan perhatian penuh, dan studi ini membangun karya ini, dengan berfokus pada konstruksi yang relatif mudah dipahami,” kata penulis studi Geoff Kaufman seperti dikutip BB dari Metro.co.uk, Senin (18/9/2017).

“Dibandingkan dengan penerimaan luas perangkat digital, yang dibuktikan oleh jutaan aplikasi, ponsel pintar yang ada di mana-mana, dan distribusi iPad di sekolah, sedikit sekali ada studi tentang bagaimana alat digital mempengaruhi pemahaman kita,” tambah rekan penulis Mary Flanagan.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa terkadang, itu sangat bermanfaat untuk mendorong pemikiran abstrak, dan seperti yang diketahui, manusia bisa merancang untuk mengatasi kecenderungan atau defisit, melekat pada perangkat digital.

Untuk pertanyaan abstrak, rata-rata peserta yang menggunakan platform non-digital dinilai lebih tinggi pada pertanyaan inferensi dengan 66% benar, dibandingkan dengan yang menggunakan platform digital, yang memiliki 48% benar. (C-003)***