Mengenal Sistem Penggerak Roda

40

Menurut Indonesia SmartDrive Vehicle Management Consulting, ada dua tipe penggerak roda kendaran, yakni 2WD (two wheel drive) dan 4WD (four wheel drive atau 4×4). 2WD dibagi menjadi gerak roda depan (front wheel drive atau FWD), gerak roda belakang (rear wheel drive atau RWD).

Biasanya, mobil yang memiliki sistem gerak FWD dan RWD berjenis sedan, citycar, multi purpose vehicle (MPV), dan sport utility vehicle (SUV). Sementara mobil yang menggunakan gerak 4WD biasanya adalah jenis mobil yang biasa digunakan untuk melintas di jalur off-road atau non aspal.

Kendaraan 4WD memiliki perbedaan mencolok, yakni adanya tuas tambahan dekat tuas transmisi. Tuas transmisi pada mobil 4×4 memiliki bentuk dan fungsi yang sama seperti mobil-mobil FWD dan RWD. Tuas transmisi ini berfungsi menyalurkan tenaga dari mesin ke transfer case, serta mengatur putaran atau tenaga sesuai kebutuhan dan beban. Sementara tuas kedua, yaitu transfer case, bentuknya lebih kecil.

Fungsi transfer case adalah menyalurkan tenaga mesin ke roda sesuai kebutuhan, apakah roda belakang atau semua roda. Pada tuas transfer case terdapat simbol 2H (2WD high range), 4L (Low Range), 4H (4WD high range) dan N (netral). 2H biasanya digunakan saat mobil melintas di jalur aspal. Dalam mode ini, hanya roda belakang saja yang digerakkan oleh transmisi. Saat mobil digunakan untuk berge- rak di atas tanah atau rumput, maka posisi transfer case dipindah ke 4H.

Sementara mode 4L biasanya digunakan untuk menembus medan pasir, lumpur dan bebatuan. Saat posisi ini mobil tidak bisa dipacu dalam kecepatan tinggi. Saat ini, banyak kendaraan baru yang menggunakan teknologi canggih untuk transfer case. Alhasil, mobil 4WD hanya memiliki satu tuas, yang dibantu dengan beberapa tombol, untuk memudahkan pengemudi. (E-002/BBS)***