Pelaku UKM Keramik Galau Harga Gas Sulit Diprediksi

38

BISNIS BANDUNG – Sektor Usaha Kecil Menengah (UKM) memiliki peran pen­ting dalam mendorong pertumbuhan perekonomian . UKM, bisa memberdayakan tenaga kerja yang tidak terserap industri besar . Sektor ini sudah terbukti menjadi pilar perekonomian yang tangguh. Saat ini, UKM dijadikan agenda utama pembangunan ekonomi . Pemerintah telah berupaya untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing produk UKM secara nasional, bahkan internasional, selain menumbuhkan kemandirian ekonomi dengan sektor-sektor strategis ekonomi domestik.

”Krisis ekonomi 1998, usaha keramik yang saya rintis sejak tahun 1994 mengalami hambatan. Namun walau berbagai hambatan menerpa, Allhamdulillah sampai saat ini, usaha saya masih bisa bertahan,” tutur Camin (54) pengusaha keramik di Desa Sawah Dadap Kecamatan Cimanggung, Sumedang Sabtu (23/09/17). Waktu itu hambatan usaha di antara yang lainnya juga terjadi, kata Camin. Saat pemerintah memberlakukan konversi minyak tanah ke elpigi, kebijakan ini membuat kelabakan pengusaha kecil karena depo minyak tanah menghilang. ”Padahal minyak tanah waktu itu masih sangat dibutuhkan,” tutur Camin.

Kebijakan konversi minyak tanah ke elpgji memang bertujuan baik untuk mengurangi subsidi minyak tanah untuk keperluan rumah tangga. ”Dampaknya, usaha kami tumbang dan tidak bisa bertahan akibat kebijakan ekonomi pemerintah teresebut,” ucapnya. Akhirnya usaha bisa bangkit kembali, walau terjadi pemangkasan alokasi dana guna mengurangi biaya produksi. ”Usaha mulai bangkit, tapi tetap membutuhkan suntikan modal,” Camin berharap.

Keramik yang diproduksi rumah produksi milik Camin, di jual selain di wilayah Jawa Barat, juga ke luar Pulau Jawa. Sedangkan bahan bakunya diperoleh dari daerah Tangerang yang diolah di antaranya menjadi, piring, asbak, pot bunga serta aksesoris. ”Kini hambatan datang kembali, kami menghadapi kenaikan harga elpiji 12 kg. Karena usaha kecil kami, dalam pembakaran keramik menggunakan elpiji,” tuturnya.

Diharapkanya, berbagai hambatan yang dihadapi UKM seperti keterbatasan teknologi, keterbatasan finansial dan kelengkapan bahan baku yang menjadi masalah UKM , bisa dibantu pemerintah memecahkannya. ”Saya juga berharap seluruh instansi pembina UKM dapat terus mendampingi dan melatih pelaku sektor UKM, sehingga memiliki kemampuan usaha lebih baik ,”ucap Camin menambahkan. (E010)***