Wana Wisata Kampung Ciherang Mampu Meraup Rp 1,2 Miliar

53

BISNIS BANDUNG – Tidak jauh dari kawasan pendidikan Jatinangor ke arah timur, kini terdapat Kampung Wana Wisata Ciherang yang dibangun di atas lahan seluas 5 hektar.
Dibangun hasil kerja sama Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), pemerintah Desa Cijambu dan pengembang.  Objek wisata yang dibangun di atas lahan milik Perhutani KPH Sumedang, oleh Bupati Sumedang Eka Setiawan disambut antusias. Adanya objek wisata Kampoeng Ciherang di Desa Cijambu Kecamatan Tanjungsari, menurut Bupati bisa meningkatkan perekonomian warga sekitar .

“Ini sangat menjanjikan, terus dikembangkan sarana dan prasarana permainan atau yang lainnya, selain perlu dipertimbangkan akses jalan masuknya, karena pengunjung yang datang tidak hanya sebatas wisatawan lokal ,namun ada wisatawan asing ,” ujar Bupati.
“Kampung Ciherang cukup luar biasa, meski pengoperasian baru 8 bulan, sudah banyak dikunjungi wisatawan ,” ujar Bupati saat me­ngunjungi objek wisata Kam­poeng Ciherang, Sabtu (23/09/17) Nandang, pengelola harian Wana Wisata Kampoeng Ciherang mengatakan, sejak dibuka pada bulan Desember 2016 lalu sampai sekarang, Wana Wisata Kampoeng Ciherang mampu menarik pengunjung lebih dari seratus ribu perbulannya.

“Wana Wisata Kampoeng Ciherang juga pernah dikunjungi wisatawan dari luar provinsi Jabar , termasuk dikunjungi wisatawan asing, seperti dari Australia, Jerman dan Turki,” ungkap Nandang. Semula objek wisata alam init hanya dibuka pada hari libur saja. Namun, setelah melihat animo dan tingginya antusiasme wisatawan yang datang, akhirnya Wana Wisata Ciherang dibuka setiap hari.

“Bahkan, pada malam hari adapula yang berkunjung,”tutur Nandang yang diamini Kades Cijambu, Pipin AM. Rata-rata jumlah pengunjung pada hari biasa,menurut Nandang,antara 100 sampai 200 orang. Berbeda dengan musim liburan , pengunjung melonjak , bisa mencapai 4000 orang.
“Pada liburan hari raya Idul Fitri 2017, pernah mengalami peningkatan jumlah pe­ngunjung yang signifikan, mencapai sekira 5400 orang . Jumlah tersebut bisa terditeksi dari jumlah tiket yang terjual.

Dalam kurun waktu sekira 6 bulan sejak dibuka, obyek wisata ini sudah menghasilkan pendapatan kurang lebih Rp 1,2 miliar atau mampu menjual tiket lebih dari 100 ribu lembar,” ungkap Nandang. Di area Wana Wisata Kampoeng Ciherang, terdapat outbound anak dan dewasa, wahana sepeda gantung, paparahuan, spot selfie, fasilitas umum, penginapan, kolam renang anak, curug atau air terjun hias, sepeda motor mini, permainan anak, area kemping, kuda tunggang dan papanahan.

“Ke depan, rencananya akan membuat kolam air panas, sarang burung di pohon, gazebo panti jompo lansia dan disabilitas dan panggung hiburan,” ujarnya. Sementara, Administratur Perhutani KPH Sumedang, Nurohman mengatakan, luas hutan yang sebagian bakal dijadikan Wana Wisata Kampoeng Ciherang sekira 12,8 hektare tepatnya di petak 6B, RPH Cijambu Manglayang.

Untuk sementara ini, lahan yang sudah dimanfaatkan untuk wana wisata sekira 5,6 ha. ”Lahan ini sebelumnya merupakan hutan pinus, ” kata Nurohman.  “Membuat wana wisata tidak sebatas hanya sebagai lokasi tujuan wisata, namun komitmen kami lebih pada untuk memberdayakan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat setempat,” ujar Nurohman seraya menambahkan, kini pihaknya sedang membuat konsep agar wana wisata bisa memberikan kontribusi ke Pemda dari sisi pajak. (E010) ***