Audensi Ultra Jaya Dengan Warga Berujung Ricuh

36

Untuk mencari solusi terkait pencemaran udara berupa bau tak sedao yang menerjang kampung Bunisari, kecamatan Ngamprah, kabupaten Bandung Barat, PT Ultra Jaya dan warga beraudensi di gor Cimareme, Kamis siang. Namun, saat  audensi memasuki akhir, puluhan warga protes kepada pihak PT Ultra Jaya yang diwakili konsultan. Warga pun beraksi walk out saat audensi berlangsung.

Setelah  konsultan perwakilan PT Ultra Jaya selesai mempresentasikan  mekanisme limbah perusahaan, terkait bau tak sedap, puluhan warga bunisari mulai gelisah dari tempat duduk mereka. Puncaknya, warga emosi dan memprotes pihak konsultan. Warga mengungkapkan kekesalan mereka, dan merasa tidak puas dengan presentasi tersebut, karena tidak memberikan jalan keluar terhadap permasalahan mereka.

Petugas keamanan dari polisi dan TNI pun terpaksa menengahi warga, agar tidak menjadi anarkis.

Akibatnya, puluhan warga berbondong-bondong walk out dari proses audensi tersebut. Bahkan, seorang warga sempat melampiaskan kemarahan dengan membanting kursi.

Kepala desa Cimareme, Budi Sudrajat mengungkapkan, kericuhan  terjadi akibat penyampaian pihak PT Ultra tidak tepat, sehingga warga tidak bisa menerimanya dengan baik.

Meski begitu, proses audiensi pun kembali dilanjutkan. Dengan pendampingan aparat kepolisian dan TNI,  pihak PT Ultra dan warga kembali duduk bersama membahas solusi polusi bau yang dipermasalahkan warga. Rencananya, Senin mendatang, PT Ultra dan warga akan membuat perjanjian tertulis, untuk menuntaskan bau tidak sedap dari limbah PT Ultra Jaya. Namun, saat audiensi, pihak PT Ultra Jaya kembali enggan untuk dimintai keterangan oleh wartawan.

algi muhammad gifari, bandung tv.