Peluang Usaha makin Terbuka, Koi Cianjur Kalahkan Koi Jepang

37

IKAN koi varietas lokal Cianjur dinobatkan sebagai juara utama (grand champion) dunia. Berita yang dimuat beberapa media massa itu sungguh merupakan prestasi membanggakan, bukan hanya bagi pemilik koi itu tetapi juga bagi bangsa dan negara. Koi milik Natasha-D. Suryana orang Bandung  itu tidak tanggung-tanggung, mengalahkan koi trah asli Jepang.

Menurut berita yang antara lain dimuat PR (25/9), koi sang Juara itu merupakan koi F1 varietas asagi kelompok botan dengan panjang 54 cm, lokal Cianjur. Ikan hias itu hasil pembiakan (breeding) yang dilakukan Damiri Koi Farm, Cibeber, Kabupaten Cianjur, milik pembiak ikan hias Idam Damiri. Disebutkan dalam berita itu, koi asagi lokal Cianjutr itu mengalahkan 817  koi yang diikutsertakan dalam kontes internasional itu. Para peserta berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan Jepang bahkan para jurinya juga berasal dari Jepang.

Sayang, kontes ikan hias koi internasional (ZNA Young Koishow 2017) itu kurang terpublikasikan, diselenggarakan di tempat eksklusif yakni Kompleks Perumahan Setraduta, Sarijadi Bandung. Dipastikan pengunjungnya juga terbatas padahal kontes itu merupakan sarana silaturahmi para penggemar dan peternak (pemijah) ikan hias. Kegiatan serupa itu juga akan mendorong tumbuhnya wirausaha baru. Pemijah dan pedagang ikan hias, khususnya ikan hias koi akan tumbuh dan berkembang menuju perusahaan berskala besar. Bukan hanya ikan hiasnya saja, tetapi dapat mendorong pembuatan akuarium, kolam, pengemasan, pakan, dan balai-balai penelitian dan pemurnian bibit unggul koi lokal. Kreativitas persilangan akan menghasilkan para kreator berselera tinggi.

Jawa Barat ternyata punya potensi sangat besar dalam dunia perikanana. Selain jenis ikan hias yang beragam, baik yang biasa hidup di kolam, sungai, danau, rawa, muara, maupun laut juga Jabar punya potensi besar dalam perikanan konsumsi. Potensi itu sampai sekarang masih merupakan potensi yang seyogianya dapat didorong menjadi kekuatan ekonomi. Para petani Jabar sudah biasa memelihara ikan baik di sawah, di kolam, maupun keramba dan jaring terapung. Keterampilan memelihara ikan itu seharusnya terus didorong sehingga mereka menjadi pembudidaya ikan handal dan menjadi kebanggaan Jawa Barat.