Sebuah Mitos di Curug Sodong Tempat Menguji Ilmu Kanuragan

48

Bercerita tentang Ciletuh Geopark di Kabupaten Sukabumi memang mengasyikan,lokasi wisata minat khusus ini tengah dikembangkan oleh berbagai pihak, oleh Pemprov Jabar maupun masyarakat setempat. Potensi keindahan alam merupakan ”dagangan” utama dari Ciletuh Geopark. Bentang alam menakjubkan hasil proses pergerakan batuan selama jutaan tahun sangat indah dinikmati oleh panca-indera.

Aksebilitas jalan menuju kawasan Ciletuh sudah relatif lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu.Dari pusat kota Jakarta atau Bandung, wilayah Ciletuh bisa ditempuh dengan perjalanan darat selama kurang lebih 8 jam.Hal ini tidak bisa kita hindari karena letak geografis Ciletuh memang cukup jauh. Sebagai daerah yang mengalami proses pergerakan batuan jutaan tahun lalu,Ciletuh memiliki topografi unik banyak sekali kita temui tebing menjulang tinggi dan air terjun .Dari sekian air terjun atau dalam bahasa Sunda disebut curug, ada beberapa curug yang sangat cantik memesona.

Salah satunya Curug Sodong, secara administratif berlokasi di Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas. Akses jalan menuju lokasi bisa ditempuh dengan kendaraan roda dua maupun empat. Keunikan Curug Sodong dibandingkan dengan curug lainnya di Geopark Ciletuh, Curug ini memiliki dua aliran, dilihat dari kejauhan nampak seperti curug kembar. Bahkan masyarakat kadang menyebut curug ini dengan sebutan Curug Panganten karena aliran airnya seolah melambangkan pasangan pengantin.

Penamaan Curug Sodong sangat erat kaitannya dengan topografi kawasan curug, alasannya di balik air terjun ini ada ceku­ngan yang mirip gua.Dalam bahasa Sunda, cekungan yang mirip gua ini disebut sodong. Ciri khas yang dimiliki Curug Sodong ialah panorama alamnya yang masih banyak ditumbuhi pepohonan menjadikan kawasan ini sangat sejuk. Angin yang menerpa air terjun cukup kencang, hingga para pelancong yang datang ke kawasan ini bisa basah kuyup oleh uap air dari aliran curug.

Ketinggian curah air dari atas tebing, kurang lebih sekitar 35 meter dengan debit cukup besar dan jernih , di bawah jatuhan air terjun terbentuk kolam kecil yang terkadang dipakai untuk berenang para pe­ngunjung. Di Curug Sodong , ada mitos yang berkembang di masyarakat ,bahwa pada masa lalu curug ini merupakan tempat orang menguji ilmu kenuragan . Caranya dengan memotong- motong tubuhnya, kemudian dihanyutkan dari atas tebing,bila tubuhnya bersatu kembali maka orang itu telah sempurna menguasai ilmu kanuragan (kesaktian-red).

Mitos kedua ialah larangan berenang bagi pasangan yang belum menikah di kolam air curug. Apabila dilanggar , pasangan tersebut akan meninggal. Mungkin karena takdir , beberapa waktu lalu ada kejadian pasangan yang belum menikah melanggar mitos ini akibatnya mereka tenggelam dan meninggal Terlepas dari mitos ini,masyarakat setempat beserta pemerintah giat mempromosikan Curug Sodong sebagai destinasi wisata alam unggulan di wilayah Geopark Ciletuh. Fasilitas penunjang wisata tersedia lengkap,penjual makanan serta minuman maupun sarana ibadah, sarana parkir untuk kendaraan dibangun cukup bagus. (E-001) ***