Ihin Solihin Amd.Kom., 11 Tahun Menggeluti Koperasi Melahirkan Inovasi dan Jiwa Usaha

26

Ihin Solihin, Amd.Kom., kelahiran Ciamis 21 Mei 1966 ini, menjabat sebagai Wakil Ketua Koperasi Karyawan PT Pindo Deli Karawang, serta sebagai Direktur Utama PT Tomiko Mandiri Indonesia.

Suami dari Yeni Astriani yang lahir di Cianjur 04 Mei 1982 ini, tertarik menggeluti bidang usaha (entrepreneur) ketika ia mulai menekuni usaha di koperasi karyawan PT Pindo Deli Karawang, kurang lebih selama 11 tahun. Munculnya motivasi pada dirinya untuk menjadi pengusaha, karena Ihin Solihin bisa menemukan banyak tantangan sekaligus peluang di bidang usahanya saat ini. Sebelum jadi pengusaha, ia juga sempat bergelut di organisasi serikat pekerja dan pengurus koperasi.

“Profesi yang saya tekuni saat ini tidak ada kaitannya dengan latar belakang pendidikan maupun keluarga, hanya dari dulu saya senang bergiat di organisasi,” paparnya kepada BB, akhir pekan lalu di Bandung. Ayah dari Nisrina Qathrunnada (lahir tahun 2005 di Cianjur) dan Dhiya Ruby Almas (2012) ini, kini menjabat sebagai Wakil Ketua Koperasi Karyawan PT Pindo Deli Karawang, yang memiliki anggota sekitar 8.600 orang, dengan jumlah karyawan koperasi sebanyak 114 orang.

Ihin Solihin juga memiliki aktivitas lain, yakni sebagai konsultan dan motivator usaha koperasi. Ia mengaku, koperasi karyawan PT Pindo omset perbulannya mencapai Rp 20 miliar, sedangkan PT TMI. omsetnya mencapai Rp 700 juta / bulan.  Selama menjadi pengusaha, Ihin Solihin semakin banyak mempunyai relasi, dan ia bisa membentuk jaringan usaha yang lebih luas, sehingga banyak dikenal orang dan memperluas tali silaturahim. “Satu kekurangannya adalah, waktu untuk berkumpul bersama keluarga menjadi berkurang,” akunya.

Penganut moto hidup “Berorientasi pada proses untuk selalu menjadi lebih baik” ini menyebut, beberapa prestasi yang ditorehkan selama masa kepemimpinannya adalah, Koperasi Karyawan PT Pindo Deli berhasil masuk dalam kategori koperasi skala besar di Jawa Barat. Sedangkan PT Tomiko Mandiri Indonesia dijadikan role model oleh Kementerian Koperasi dan UKM, yakni sebagai contoh untuk pengembangan jaringan usaha koperasi. “Agar bisa menjadi pengusaha / entrepreneur yang sukses, kuncinya terletak pada kepercayaan yang terus dipelihara, bahkan di­tingkatkan. Indikatornya adalah, semakin banyaknya orang atau badan usaha yang ingin bekerja sama dengan kita,” ujar Ihin Solihin.

Saat ini pemerintah cukup pro aktif, namun bagi pelaku usaha, yang terpenting adalah, membangun kemandirian dalam mengembangkan usaha, supaya bisa tetap eksis dan survive. Pihak swasta sangat memberi support, dan dapat bermitra dengan saling bersimbiosis. “Walau banyak aktivitas di pengembangan usaha, saya tetap berusaha membagi waktu untuk bisa membesarkan anak, dan mengharmonisasikan komunikasi dalam keluarga,” tambah Ihin Solihin yang menyukai warna biru serta abu-abu itu kepada BB. (E-018)***