Kejurnas Adventure Offroad Seri 1 – Bandung, Di Sirkuit Prabu Park Arcamanik

71

Sebanyak 55 offroader yang datang dari berbagai kota meramaikan jalannya persai­ngan seri pembuka kejuaraan nasional (kejurnas) adventure offroad individual non wich yang berlangsung di sirkuit Prabuwangi Park Arcamanik Bandung, (23-24/9). 55 offroader tersebut terbagi kedalam 4 kategori kelas G1 hingga G4. Total tujuh trail stage yang dominasi peserta terbanyak dihuni oleh kategori kelas 1000CC atau G1. Peserta dengan berbagai tingkat kemampuan dan klasifikasi, terlibat dalam persaingan sengit di tengah 7 lintasan trail stage yang memancing adrenalin setiap offroader.

Persaingan antar offroader begitu terbuka dengan sikap professional diperlihatkan oleh mereka yang berjuang memperoleh hasil terbaik. Selain skill dan fisik yang memadai, para offroader dituntut berkonsentrasi dan mampu mengendalikan emosi saat berjibaku dengan trek yang mempunyai karakter bervariasi seperti speed yang penuh handycap dan trik.Di tengah terik panas matahari yang begitu menyengat, para offroader harus rela menunggu giliran menghadapi setiap tahapan Trail stage.

Sejak hari pertama keseluruhan peserta berusaha tampil baik dengan mencatatkan waktu tercepat di setiap Trail stage yang dijalani. Hampir di setiap kelasnya, kejar-mengejar poin memberikan suasana begitu kentalnya persaingan antar- peserta. Pengprov IMI Jabar mengaku, untuk cabor adventure offroad di Jawa Barat vakum dalam beberapa tahun ini. Padahal minat offroader di Jabar begitu besar. Dengan adanya kejurnas dan sekaligus kejurda di Kota Bandung ini menjadi titik awal bergairahnya kembali olahraga adventure offroad.

Ungkapan syukur dengan segala daya upaya dan kerja jeras semua pihak, untuk bersama-sama menghidupkan kembali gelaran kompetisi adventure offroad individual yang telah lama dinanti. ”Tidak ada yang sempurna, tetapi inilah perkembangan yang dilakukan oleh IMI Jabar saat ini dengan kembali berupaya mengembalikan eksistensi motorsport roda 4 di luar sukses agenda motorsport roda 2 yang telah lama juga dilakukan di Jawa Barat sebelumnya. Semua adalah hasil kerja keras dan sarat dengan rintangan,”kata Fredi Ojo Rostiawan, Ketua Pelaksana.

Pertarungan di tiap kelas cukup seru dalam 2 hari perhelatan akbar ini. Konsep trek lintasan yang menantang jadi daya tarik tersendiri bagi setiap offroaders bahkan penonton nampak antusias menyaksikan berbagai aksi offroader nasional dan insiden mobil terbalik selama lomba berlangsung di 7 SS yang disajikan. Menarik adalah duel di kelas G2 yang menyajikan duel ketat adu cepat antara offroader Hendrik Somantri dari Subang dan speed offroader Cheppy Hidayat dari Bandung.
Akhirnya duel ini dimenangkan oleh Hendrik Somantri yang menutup hasil gemilang dengan jadi yang tercepat pada SS terakhir. (E-002)***