Investasi di Jabar Cukup Baik Timpang di Wilayah Utara dan Selatan

34

BISNIS BANDUNG – Pengurus Himpunan Pengusaha Muda Indonesia Jawa Barat Kompartemen Pasar Modal dan Investasi, Adyesa Kevindra Albari, S.E, MBA menyebut, pertumbuhan investasi di Jawa Barat tiap tahunnya sangat baik .

Penanam Modal Asing (PMA) Jawa Barat paling besar di Indonesia. Salah satu indikatornya yakni, jumlah tenaga kerja yang terserap untuk pembangunan. Namun lanjut Adyesa Kevindra Albari , iklim investasi di Jawa Barat ada ketimpangan, wilayah utara dan selatan sedikit tertinggal. Investor yang masuk daerah utara dan selatan Jabar masih sedikit. ”Kondisi tersebut menyebabkan pertumbuhan ekonomi di Jabar utara dan selatan kurang begitu menggembirakan,”tutur Adyesa , Minggu (1/10/17) di Bandung.

Mengulas, beberapa faktor yang mendorong investasi di Jawa Barat mengalami kenaikan atau bahkan penurunan. Yakni faktor dalam negeri dan luar negeri. Jika pemerintah bisa meningkatkan pelayanan, mulai dari perizinan dan lainnya akan menjadi stimulus untuk meningkatkan investasi di Indonesia.

Program pemerintah pusat
Merujuk tren investasi yang ada, potensi terdapat di sektor pariwisata, industri, perdagangan, ditambah pertanian. Kenapa individu/lembaga/perusahaan berminat berinvestasi pada bidang tersebut, tidak lepas erat hubungannya dengan program pemerintah pusat, sehingga banyak investor masuk ke Jawa Barat.

Maraknya pembangunan megaproyek infrastruktur (BIJB, KCIC, Jalan tol Cisundawu) menjadi salah satu indikator tingginya minat investor berinvestasi di Jawa Barat. “Setiap investasi tentu ada risikonya, tapi melihat program dan mega proyek pemerintah pusat mendorong optimistis pengusaha lokal untuk ikut berperan,”ucap Adyesa. Daya dukung atau faktor yang menjadi magnet Jawa Barat bagi investor yang memilihnya sebagai tempat untuk berinvestasi, sebab Jawa Barat merupakan provinsi dengan jumlah penduduk terbesar di Indonesia kurang lebih 45 juta .

Jumlah SDM cukup banyak untuk bisa terlibat. Meski demikian , orang Jawa Barat jangan menjadi tamu di rumah sendiri atau hanya menjadi penonton pembangunan di kampung halamannya. ”Tapi sebaiknya menjadi pelaku, menjadi pihak yang terlibat langsung dalam pembangunan, bila perlu menjadi pihak yang memegang posisi strategis,” kata Adyesa menegaskan. Hal yang harus dilakukan oleh pemerintah maupun swasta dan perbankan untuk menarik minat investor , dikemukakan Adyaesa , yakni memberi kemudahan peri­zinan dan keuangan. (E-018)***