Teguh Santoso Pimpin BKKBN Jabar Kampung KB Bakal Diperkuat

34

BISNIS BANDUNG- Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional Jabar akan meningkatkan partisipasi keluarga berencana (KB) kategori kelompok usia muda. Hal tersebut dilakukan karena satu dari empat penduduk adalah kategori remaja di samping mempertahankan pasangan usia subur yang sudah aktif.

“Saya belum lihat secara pasti nanti kita lihat hasil evaluasi akhir. Sejak tahun 2012 tingkat partisipasi KB di Jabar dinilai bagus yaitu sekitar 63 persen,” ungkap Sukaryo Teguh Santoso usai dilantik menjadi Kepala BKKBN Jabar yang baru oleh Gubernur Jabar Ahmad Heryawan di Gedung Sate, Selasa (4/10/).

Prioritas lainnya adalah, BKKBN Jabar akan memperkuat kampung KB sebagai bentuk pendekatan holistik integratif. Namun Teguh belum bisa menjelaskan jumlah kampung KB di wilayah Jabar. Secara nasional sudah mencapai 2 ribu kampung KB dengan target setiap kecamatan memiliki 1 kampung KB.

“Di Jabar saya belum punya datanya kalau secara nasional sekitar 2 ribu kampung KB dengan target setiap kecamatan memiliki 1 kampung KB,”ungkapnya. Sebagai Kepala BKKBN Jabar yang baru dilantik, ia menjelaskan untuk tahun ini mencoba melaksanakan kebijakan yang sudah ada. Selain itu, memperkuat lini lapangan.

Seperti diketahui, tahun ini secara nasional tenaga penyuluh KB akan bertambah kemudian penyiapan sarana dan prasarana serta pembinaan ketahanan keluarga.
BKKBN memiliki kebijakan secara nasional bagaimana pelayanan KB yang berkualitas dalam arti yang lebih luas. “Tahun ini saya pikir Jabar sudah mapan kita akan sosialisasikan hingga akhir 2017,”ucapnya.

Gubernur Aher melantik Sukaryo Teguh Santoso menjadi orang nomor satu di BKKBN Jabar, setelah lowong sejak akhir Juli 2017. Ia bukan wajah baru, karena sebelumnya sempat berkarir sebagai fungsional Penyuluh Keluarga Berencana (PKB) di Kabupaten Bandung Barat pada 1993 silam.

Kepiawaiannya dan pengalaman baik selama masih di Jawa Barat maupun berkiprah di BKKBN pusat, Teguh pun kembali dipercaya menjadi Kepala Perwakilan BKKBN Jabar.
Menurut Aher, sebagai provinsi de­ngan jumlah penduduk terbesar di Indonesia yaitu sekitar 46,7 juta jiwa atau 20 persen penduduk Indonesia, menjadikan Jabar sebagai barometer pencapaian program KKBPK secara nasional.

“Suka atau tidak suka, kondisi ini tentu menjadi tantangan berat bagi penyelenggara program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) di Jabar,”ucapnya seraya menambahkan selain jumlah penduduk yang tinggi, masalah kependudukan di Jabar juga dihadapkan pada tantangan pertumbuhan dan persebaran yang tidak merata.

Pada periode 2001-2010, laju pertumbuhan penduduk (LPP) Jabar berada pada kisaran 1,89 persen per tahun. Meskipun terus menurun dari periode 1991-2000 yang mencapai 2,27 persen, namun LPP Jabar masih lebih tinggi jika dibandingkan dengan LPP nasional pada periode tahun yang sama yaitu ssbesar 1,49 persen per tahun. “Meski begitu, kondisi terbaru menurut BPS, LPP Jabar terus bergerak positif, menurun menjadi 1,48 persen pada 2015,”ungkapnya.

Ia menyebut tingginya LPP Jabar tidak terlepas dari konsekuensi daya tarik yang dimiliki tanah pasundan ini sehingga tingkat perpindahan penduduk (migrasi) ke wilayah Jabar pun cukup tinggi, terutama ke beberapa wilayah perbatasan dengan DKI Jakarta sebagai wilayah penyangga ibukota negara. “Itu terlihat dari LPP tertinggi di Jabar pada tahu 2015 di Kabupaten Bekasi yang mencapai 3,95 persen per tahun,”tutur Aher. (B-002)***