Anomali Cuaca, Puluhan Petani Ikan Merugi

25

Puluhan petani ikan air tawar di kawasan waduk Saguling, desa Bongas, kabupaten Bandung barat, merugi puluhan juta bahkan hingga ratusan juta rupiah, lantaran ikan-ikan yang mereka budidayakan mati secara mendadak. Kematian ikan-ikan tersebut diduga akibat anomali cuaca  selama sepekan terakhir.

Kerugian akibat matinya ikan secara mendadak yang diduga dampak dari anomali cuaca selama sepekan teralhir, dialami Ujang Dahlan, seorang petani ikan air tawar di kawasan waduk Saguling, desa Bongas, kabupaten Bandung Barat.

Ujang mengaku, akibat anomali cuaca selama sepekan terakhir, ikan-ikan miliknya mati mendadak secara berturut-turut, setiap hari. Dalam satu kolam miliknya, kematian ikan bisa mencapai 1 ton. Dari 16 kolam miliknya yang terkena imbas, setidaknya 8 ton ikan yang mati mendadak selama sepekan terakhir, atau kerugian secara nominal mencapai seratus lima juta rupiah.

Tak banyak yang bisa dilakukan bapak tiga anak ini. Selain membersihkan bangkai-bangkai ikan yang telah mengapung, untuk mengurangi kerugian, Ujang terpaksa menjual ikan-ikan yang masih bisa terselamatkan dengan harga murah. Bahkan, sebagian ada yang dibagikan ke tetangganya.

Klantaran matinya ikan-ikan secara mendadak, juga dialami petani lainnya, Idan Suryana. Idan mengatakan, akibat banyaknya yang mati secara mendadak, produksi ikan di waduk Saguling, desa Bongas berkurang cukup signifikan hingga 80 persen. Diakui Idan, kerugian akibat matinya ikan secara mendadak, sangat dirasakan oleh petani kecil, petani besar, sekaligus bandar.

Untuk mengurangi kerugian akibat anomali cuaca yang masih berlangsung, para petani di waduk Saguling, desa Bongas, kabupaten Bandung Barat, memilih menunda pembibitan hingga Januari atau Februari tahun depan.

algi muhammad gifari, bandung tv.