Komitmen Baru untuk Pembangunan di Jabar

21

BERITA gembira muncul Selasa kemarin. Jalan Tol Soreang-Pasirkoja (Soroja) akan diuji-coba bulan ini. Pembangunan fisik Soroja sudah hampir rampung. Sampai hari Selasa kemarin, pengerjaan fisik sudah mencapai 90,66 persen. Segalanya sudah beres, Oktober ini akan dilakukan uji coba kemudian evaluasi dan uji kelayakan. Diyakini, November bulan depan orang Soreang sudah dapat memacu laju kendaraanya di atas Jalan Tol Soroja.

Benarkah? Mudah-mudahan iya. Orang nyaris putus asa memikirkan proses pengerjaan jalan tol yang hanya 8,5 km itu begitu lamban.  Soroja membutuhkan waktu 15 tahun lebih sejak perencanaan sampai rampung. Berita yang dimuat media massa berjudul ”Tol Soroja Diuji Coba Bulan ini” sudah terbaca sejak tahun 2014 lalu. Berita ”akan” dalam dunia jurnalistik bernilai rendah. Karena itu banyak media massa, khususnya koran, tidak mau memuat berita ”akan”. Selain bernada agenda setting, juga risikonya sangat besar. Sering kali peristiwa yang ditulis lebih dulu, peristiwa itu pada saatnya tidak jadi.

Di luar teori jurnalistik itu, berita Soroja selalu menjadi sorotan masyarakat. Mereka, terutama yang terdampak pembangunan jaan itu, ingin segera melihat hasilnya. Tanah yang mereka jual, bangunan yang dirobohkan, kebun dan sawah yang dibuldoser, terasa menyakitkan bagi pemiliknya manakala pembangunan itu mangkrak. Kita berharap benar berita itu bukan sekadar angin surga, bukan sekadar penawar rindu. Kita berharap janji pemerintah itu benar adanya. Bukan berita dari akan ke akan saja.

Meskipun tanggalnya belum tertera pada undangan, uji coba Soroja yakin dilaksanakan Oktober ini. Sekda Jabar yang pernah meninjau proyek itu beberapa hari lalu, meyakini, pembangunan Tol Soroja tuntas bulan ini. Semua hambatan sudah terlampaui. Peringatan Hari Pahlawan, 10 November 2017 yang akan dilaksanakan di Si Jalak Harupat, dipastikan akan dikunjungi banyak orang. Mereka yang tinggal di kawasan utara akan mudah datang ke Soreang, melalui jalan tol.