Adyesa Kevindra Albari, SE., M.B.A, “Kerja Keras Tidak Akan Mengkhianati Hasil !!”

28

Adyesa Kevindra Albari, SE., M.B.A, lahir di Bandung pada tanggal 13 Mei 1991 silam. Ia adalah seorang Entrepreneur/pengusaha muda sekaligus juga sebagai aktivis sosial.
Jabatannya saat ini, yakni sebagai Head of Business Development Hotel Sofia Beach Pangandaran, Founder/Head of Business Development Pablo Fish n Chicks, Founder/ Ketua Yayasan Kembangin Sosial, dan juga sebagai Ketua Umum Bandung Initiative Movements.

Adyesa juga tercatat sebagai pengurus di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia-HIPMI Jawa Barat Kompartemen Pasar Modal dan Investasi, serta sebagai Deputy Director of Corporate Relation and Partnership Center For Innovation, Entrepreneurship and Leadership (CIEL) MBA ITB.

Anak dari keluarga Gatot Tjahyono (55) ini mengemukakan bahwa, ia menggeluti profesi sebagai pengusaha/enterpreuneur sejak masih duduk di bangku SMA, dengan memulai usaha berjualan makanan kering seperti molen dan gorengan di kelas. Kemudian ia melanjutkan kuliah di sekolah Bisnis Prasetiya Mulya dan MBA-ITB. ”Latar belakang pendidikan saya juga berkaitan, karena saya kuliah di bidang wirausaha. Latar belakang keluarga pun berkaitan juga, karena sebelum masuk politik, ayah saya adalah juga seorang pengusaha di bidang perhotelan dan Mice/Event Exhibition. Hingga saat ini, saya sudah 8 tahun menggeluti sektor usaha”, cerita Adyesa tentang ketertarikannya menjadi pengusaha kepada Bisnis Bandung (BB).

Saat ini, salah satu usaha/profesi yang digelutinya di bidang perhotelan, adalah sebagai Head of Business Development Hotel Sofia Beach Pa­ngandaran. Bisnis keluarga ini telah digelutinya sejak tahun 2002 silam, dengan omzet sekitar 1 milyar / tahun. Usaha berikutnya, yakni Pablo Fish N Chicks, sebuah rumah makan cepat saji yang terletak di kota Bandung dan Cimahi, dengan konsep makanan yang bercita rasa internasional tapi harga lokal, serta menggunakan kemasan marketing yang unik, dengan implementasi yang kreatif. Di rumah makan cepat saji ini, Adyesa mempekerjakan sekitar 7 orang karyawan, dengan omzet perbulannya antara Rp 30 juta–Rp 40 juta.

Selain itu, Adyesa Kevindra juga aktif di Yayasan Kembangin Sosial, yang bergerak di bisnis sosial ventura, dan berdiri sejak Februari tahun 2016 silam. Produk yang ditawarkan oleh yayasan ini adalah, berupa ekosistem sosial yang dipadukan dengan teknologi, agar setiap orang bisa berbuat lebih banyak untuk pengabdian masyarakat. Misinya adalah, untuk menciptakan komunitas yang bisa memberikan solusi permasalahan sosial di masyarakat. Bekerja sama dengan lembaga pendidikan, lembaga pemerintah, perusahaan, maupun komunitas masyarakat, yayasan ini berusaha menciptakan solusi yang tepat, berkelanjutan dan transparan, serta memiliki dampak yang terukur.

”Yayasan Kembangin Sosial adalah, yayasan yang fokus untuk pemberdayaan wirausaha, kami mengadakan kegiatan berupa seminar, pelatihan maupun event, untuk mengenalkan ilmu kewirausahaan kepada masyarakat.” Bidang usaha lainnya adalah, PT Cikraindo yang bergerak di bidang Mice, dan berdiri sejak 2006 silam, untuk penyelenggaraan exhibition, baik di luar negeri maupun di Indonesia. Juga ada Bandung Initiative Movement, yakni suatu bentuk kerjasama, antara Yayasan Kemba­ngin Sosial dan CIEL SBM ITB, untuk menciptakan Forum Bisnis dan Inisiatif dari berbagai komunitas yang ada di kota Bandung.

Penganut motto hidup “adapt and overcome” ini mengatakan, ada beberapa pengalaman dan prestasi yang diperolehnya selama menjadi pe­ngusaha. Pengalaman positifnya adalah, selama menggeluti semua usaha/profesinya ini, Adyesa Kevindra selalu tertarik untuk membuat suatu ide kerja baru yang kreatif dan melibatkan banyak orang, sehingga bisa dijadikan lapangan kerja. Menurut Adyesa, berkarya dan menghasilkan uang dari sesuatu yang kita senangi, akan selalu menyenangkan. Salah satu prestasi yang pernah ditorehkannya adalah, sebagai Finalist in Harvard International Business Model Competition Regional ASEAN (ESPRIEX BMC 2017) with theme ”Indonesian Integrated Social Business Ecosystem”, akunya kepada BB.

Adyesa Kevindra Albari mengatakan, kemampuannya dalam memanage usaha ia pelajari dari pengalaman keluarga sendiri. Dari kecil, Adyesa suka mengikuti orangtuanya bekerja, sehingga ia mendapat pengetahuan tentang bagaimana memanage suatu usaha. Selain itu, ia juga mengikuti proses belajar formal dari universitas, serta belajar secara informal dari buku, artikel dan lain lain. Untuk meningkatkan kualitas diri bagi profesi/usaha yang dilakukannya sekarang, ia banyak mengikuti berbagai kegiatan serta banyak membaca. ”Faktor yang mempengaruhi keberhasilan saya adalah, kegigihan dalam bekerja, karena kerja keras tidak akan menghianati hasil”, ungkap Adyesa. Sokongan dan dukungan pemerintah kurang tersosialisasi.

Adyesa Kevindra yang menyukai warna biru ini juga menuturkan bahwa, saat ini persaingan usaha terutama yang berkaitan dengan usaha yang digelutinya, masih bersaing sangat ketat di antara sesama pengusaha lokal. Meski demikian, ia optimistis, prospek usahanya akan lebih baik di masa depan. Rencana bisnis jangka pendek, jangka menengah dan jangka panjangnya adalah, meningkatkan kualitas dan tanggungjawab.
”Perhatian/dukungan dari pemerintah maupun swasta terhadap sektor usaha saat ini semakin banyak, di antaranya adalah dengan diadakannya berbagai pelatihan, bantuan dan lain-lain. Tapi sayang, masih kurang dalam mengkomunikasikannya,” pungkasnya kepada BB. (E-018)***