Kejurnas Adventure Offroad Team 2017 – Tasikmalaya, Tim Galena Gadis Tampil Sempurna

15

Setelah sukses digelar di Semarang dan Madiun, Kejurnas Super Adventure Offroad Team (SAOT) memasuki putaran ke-3, berlangsung di Sirkuit Wana Wisata Urug Tasikmalaya, Sabtu (30/9). Seri ketiga kejurnas offroad team menyuguhkan tantangan yang berbeda dari 2 putaran sebelumnya. Kali ini lajur tanah khas Pasundan harus ditaklukkan oleh para offroader. Jika ingat pada tahun 2012, sirkuit ini pernah digunakan oleh kejuaraan serupa, kental dengan nuansa ekstrem. Beberapa kendaraan offroader pun mengalami masalah mesin, hingga terguling. Selain faktor ketangguhan mobil yang mutlak diperlukan untuk seri ke-3 ini, juga strategi dan kejelian dari Offroader. Persaingan sengit dan adu strategi menghajar lintasan Urug menjadi tontonan sekaligus hiburan bagi ribuan masyarakat Tasikmalaya.

Minat offroader untuk berkompetisi dari tahun ke tahun terus bertambah. Hal itu bisa terlihat dari munculnya tim offroad baru yang ikut andil meramaikan persai­ngan kejuaraan nasional super adventure offroad. Para offroader berkompetisi dan beradu kecepatan dalam trek berkontur variasi. Tebing berupa tanjakan dan turunan terjal yang disertai handycap tajam, merupakan kondisi Special Stage yang di­suguhkan dalam ajang ini. Hampir di setiap kelasnya, kejar-mengejar poin memberikan suasana begitu kentalnya persaingan antar- peserta. Tim CBM Batulicin asal Kalimantan Selatan bersaing ketat bersama tim Galena Gadis asal Jawa Timur. Sejak hari pertama keseluruhan peserta berusaha tampil baik dengan mencatatkan waktu tercepat di setiap Special Stage yang dijalani.

Pertarungan Kejurnas Adventure Team (KAT) 2017 Seri 3 terasa lebih ketat. Meskipun even KAT yang berlokasi di Trek Urug Kawalu Tasikmalaya hanya diikuti 7 tim , tapi berkat suguhan trek di kawasan hutan wisata milik Perhutani yang memiliki handicap beragam mampu memaksa seluruh peserta untuk mengeluarkan semua kemampuan offroad yang dimiliki. Perebutan mahkota juara nasional adventure team makin mengerucut antara tim Galena Dasico (Gadis) pemegang juara nasional 2016 dengan tim debutan baru CBM Batulicin. Tim baru ini dimotori Wahyu Lamban Jatmiko, Ridha Giwangkara dan Anang Baihaki. Para offroader muda yang skill dan prestasinya tak bisa dipandang sebelah mata , terbukti sampai di KAT 2017 Seri 2 Tim CBM memimpin total perolehan point.

”Di Seri 3 ini, target tim Gadis harus bisa juara 1. Supaya peluang juara nasional adventure team 2017 terbuka lebar. Pada Seri 4 dan 5 nanti pertarungan Tim Gadis dan CBM Batulicin bisa lebih seru lagi,” kata Joko Permana, offroader asal Pangkalan Bun Kalteng yang jadi leader tim Gadis. Menurutnya Tim Gadis akan tampil all out di Seri 3 dan dibuktikan pada posisi sementara memimpin di 5 SS yang digelar di hari Sabtu (30/9) unggul 32 point dari rivalnya Team CBM Batulicin.

”Beban terasa berat sejak SS 1. Kami harus betul-betul konsentrasi dan tak boleh bikin kesalahan supaya bisa jadi yang tercepat di tiap SS,” kata dokter Jack, offroader asal Mataram –NTB rekan satu tim Joko Permana. Keseriusan tim Gadis didukung juga dengan dipasangnya cutting break di mobil Joko Permana. Sekarang ketiga kendaraan tempur tim Gadis dilengkapi peralatan sama. Cutting break , berguna ketika terpaksa harus melewati tikungan-tikungan sempit dan tajam. Sebenarnya Tim CBM Batulicin bukan tidak serius menghadapi pertarungan di seri ini. Hanya saat star di urutan pertama Tim CBM Batulicin kurang maksimal. ”Treknya licin sekali jadi susah untuk bermanuver,” kata Wahyu Lamban Jatmiko, offroader asal kota Yogyakarta. (E-002)***