Perang Tomat Jaga Tradisi Leluhur Kampung Cikareumbi

18

Berbagai cara dilakukan untuk mensyukuri rezeki dari hasil bumi. warga di kampung cikareumbi, kabupaten bandung barat, menggelar rempug adu tomat, atau perang tomat, kemarin minggu. perang tomat dimaknai pembuangan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, dengan cara saling melempar tomat yang tidak layak dimakan dan dijual.

Seperti inilah keseruan perang tomat di kampung cikareumbi, kabupaten bandung barat,  akhir pekan kemarin. ribuan tomat berterbangan ke segala penjuru. ada juga warga yang menggunakan topeng, tameng, dan pelindung badan, agar tidak terlalu sakit terkena lemparan tomat.

Setiap tahun, 1 koma 5 hingga 2 ton tomat yang tidak layak dimakan dan dijual dihabiskan dalam perang tomat. perang tomat dimaknai pembuangan sifat-sifat buruk dalam diri manusia, dengan cara saling melempar tomat yang tidak layak dimakan dan dijual.

Perang tomat selalu dinantikan warga kampung cikareumbi maupun sekitar. bahkan, sampai ada yang ikut dalam perang tomat, hingga berupaya berlindung agar tidak terkena tomat. lina karlina sudah mengikuti perang tomat sebanyak dua kali. meski terkena tomat, tapi dirinya tidak ada rasa dendam karena hanya hiburan.

Tradisi perang tomat di kampung cikareumbi lembang ini bukan yang pertama kali digelar. sejak tahun 2012, warga dan petani berbaur bersama merayakan berlimpahnya tomat, dengan menggelar perang tomat. diharapkan, tradisi perang tomat bisa memperkenalkan budaya yang terus dijaga warga cikareumbi, yang lebih dikenal sebagai penghasil tomat.

Algi muhammad gifari, bandung tv.