Penghobi Tanaman di Wado Rumah Dijadikan Toko Tanaman Hias

25

BISNIS BANDUNG – ”Rumahku adalah istanaku”, sebuah ungkapan kata yang menjadi harapan setiap manusia. Rumah tempat berkumpul dan bercengkrama, melepas lelah seluruh anggota keluarga setelah seharian beraktivitas.

Untuk mendapatkan rumah yang nyaman, tentu harus memiliki inovasi dan variasi agar lingkungan rumah memberi kenyaman dan asri. Salah satunya dengan menanam berbagai tanaman di halaman rumah , bahkan pernak – pernik dan cat rumah , sehingga suasana rumah menjadi asri dan bikin betah, baik penghuninya maupun tamu yang berkunjung.

Seperti dilakukan Haji Syahri , rumahnya yang berada di Jalan Raya Sumedang – Wado Km 60 , disulap menjadi rumah toko (ruko) namun berbeda dengan ruko pada umumnya. Di rumah tokonya, Haji Syahri menyulap rumahnya menjadi rumah toko yang diisi de­ngan berbagai macam tanaman. Mulai tanaman hias sampai tanaman obat – obatan. Di rumah toko Al-Kautsar milik Haji Syahri ini , tersedia berbagai macam tanaman hias lokal dan impor.

”Ada bunga gelombang cinta, pohon kemuning, palem cucuk merah, anggrek kaen impor, berbagai macam bunga anggrek dan berbagai jenis tanaman hias ,” ujar Haji Syahri kepada BB, Sabtu (07/10/17).

Di toko H. Syahri , selain tersedia berbagai macam dan jenis tanaman hias, juga beragam jenis dan ukuran pot bu­nga di toko yang sudah ia rintis sejak tahun 2004 . Semua pegawainya adalah keluarga sendiri, walau ada pegawai dari luar hanya bertugas untuk mengantarkan barang pesanan dalam jumlah banyak ..

“Saya tidak punya karyawan lain,semua dikerjakan oleh keluarga . Namun bila ada pesanan barang dan konsumenya minta diantarkan, paling hanya sehari dua hari saya sewa orang sama mobilnya untuk mengangkut barang pesanan ,” tuturnya.

Kami juga, lanjut Syahri , menjual berbagai macam gerabah, kristal, guci hiasan dinding, patung dari gerabah, meja marmer, kursi marmer, styled (buat ngaca) termasuk alat mainan congkak ukir. Paling banyak dicari adalah kursi set dari gerabah, yaitu tempat duduk mirip guci yang dilengkapi dengan meja dalam bentuk yang sama.

”Alhamdulillah, konsumen kami selain dari Sumedang, ada juga yang berasal dari Cirebon, Majalengka Kuningan dan Kadipaten. Mungkin yang menjual peralatan yang dijual di toko kami tergolong jarang,” terangnya.

Untuk mendongkrak penjualannya, Haji Syahri mengaku, memberikan potongan harga sebesar sepuluh persen untuk item tertentu.Karena jenis tanaman yang ia diskon memang unik dan mahal. Ia tidak merasa rugi memberikan diskon kepada para konsumennya,selama mereka senang dan tidak kecewa membeli berbagai macam tanaman hias serta pernak pernik darinya.

Usaha yang dirintis Haji Syahri ,terbilang menguntungkan karena di wilayahnya sangat jarang rumah toko yang dijadikan tempat menjual tanaman hias dan pernak – pernik di Sumedang. Karenanya Haji Syahri berani mengambil keputusan untuk me­ngubah rumah pribadinya menjadi toko tanaman dan pernak- perniknya. ”Selain karena hobi akan tanaman, juga sebagai tempat usaha yang lumayan ada keuntungannya,” ucapnya . (E010) ***