Poros Jabar – Jakarta – Banten

162

ANIES Rasyid Bawesdan – Sandiaga Uno, Senin kemarin dilantik Presiden RI sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta. Gubernur yang diplih melalui proses pemilihan yang luar biasa seru itu resmi menjadi pengelola pemerinahan Ibu Kota RI. Berbeda dengan gubernur daerah luar Jakarta, Gubernur/Wakil Gubernur DKI Jakarta memiliki berbagai keistimewaan. Segala tindak-tanduk dan langkah kerjanya menjadi pusat perhatian Presiden dan para menteri. Keduanya juga tidak lepas dari perhatian rakyat Indonesia, bukan hanya warga Jakarta. Gubernur/Wakil Gubernur DKI juga harus bertindak sebagai tuan rumah bagi semua tamu negara  yang datang ke Jakarta. Dalam kapasitas itu, kedudukan Gubernur/Wakil Gubernur DKI sejajar dengan menteri.

Anies dan Sandi adalah Gubernur dan Wakil Gubernur DKI yang sangat ditunggu-tunggu rakyat, khususnya warga DKI Jakarta. Rakyat ingin segera menyaksikan dan sekali gus merasakan komitmen dan kerja keras pasangan itu. Warga Jakarta menaruh harapan besar, Anies-Sandi dapat menyelesaikan tiga masalah besar yang dihadapi DKI yakni, membebaskan Jakarta dari sergapan banjir, mengurai kemacetan lalu lintas yang makin hari makin masif, dan kepadatan penduduk yang jauh melampaui daya dukung lahan Jakarta. Ke dalam kepadatan penduduk itu termasuk masalah perumahan kumuh, sampah, dan gepeng.

Masalah pelik di luar tiga besar itu ialah pro-kontra reklamasi pantai Jakarta Utara. Pada masa kampanye, Anies-Sandi berjanji kepada masyarakat, reklamasi harus dihentikan karena dapat menyengsarakan rakyat, khususnya para nelayan di Teluk Jakarta dan Pulau Seribu. Namun setelah terjadi moratorium reklamasi, pemerintah pusat melalui Menteri Koordinator Kemaritiman, mencabut moratorium itu, hanya beberapa hari sebelum Anies-Sandi dilantik. Pencabutan moratorium yang berarti reklamasi dilanjutkan, merupakan kebijakan pusat, bukan tanggung jawab gubernur. Namun rakyat justru membebankan tanggung jawab masalah itu di atas pundak gubernur baru.