Pencinta Hewan Desak Hentikan Adu Babi Hutan

180

Aksi unjuk rasa menolak adu tangkas babi hutan atau bagong dengan anjing, berlangsung di halaman kantor pemerintahan jawa barat, gedung sate kota bandung,  senin siang. pengunjuk rasa meminta gubernur jawa barat mengeluarkan aturan  adu tangkas  binatang buas tersebut, karena dinilai kejam terhdap hewan, dan tidak mendidik masayarakat.

Massa yang mengatasnamakan  yayasan scorpion  indonesia atau yang lebih dikenal scorpion wildlife  trade  monitoring group, meminta gubernur jawa barat ahmad heryawan melarang pertunjukan adu bagong di jawa barat. pengunjuk rasa menilai, adu ketangkasan tersebut merupakan tindakan kejam terhadap binatang.

Menurut direktur investigasi yayasan scorpion indonesia, marison guciano, pertempuran adu bagong harus dihentikan, meskipun sebagian masyarakat jawa barat menganggapnya tradisi dan hiburan. menurutnya, kekejaman hewan atas nama tradisi harus dikoreksi dan dihentikan.

Marison menjelaskan, dalam adu bagong, baik anjing maupun babi hutan mengalami penderitaan cukup panjang. sebelum diadu, babi hutan atau bagong diambil dari alam kemudian disimpan di dalam kotak kecil selama berhari-hari. begitupun penderitaan anjing dan babi hutan pada saat pertempuran berdarah yang berlangsung  brutal. menurutnya, pelakunya telah berbuat kriminal, dan bisa dijerat pidana sesuai pasal 302 kitab undang–undang hukum pidana, dengan ancaman denda dan kurungan.

Marison khawatir, jika tradisi adu bagong terus dilanjutkan, masyarakat akan semakin tidak peka pada kekejaman terhadap hewan. menyiksa hewan menjadi hal yang biasa dalam kehidupan sehari hari. bahkan, masyarakat justru senang, bersorak melihat hewan yang menderita.

Yuwana kurniawan, bandung tv.