Veranty, “Berusaha dengan Menikmati Setiap Prosesnya”

276

Veranty, lahir di Bandung 1 Januari 1988 silam. Pengusaha kuliner ini adalah anak dari
keluarga Handoyo (60 tahun). Veranty yang juga merupakan istri dari Pramanda (29 tahun) ini, mulai menekuni usaha kuliner ketika ia coba-coba membuat sebuah masakan, dan ternyata masakan tersebut banyak yang menyukainya.

Seiring dengan perjalanan waktu, akhirnya Veranty memutuskan untuk membuat ”Food Truck”, untuk mewujudkan hal ini ia bekerjasama dengan seorang temannya.

”Ide usaha kuliner ini terinspirasi dari keluarga saya, yang mayoritas juga menggeluti usaha makanan,” ungkap Veranty kepada BB, Minggu (22/10/17), di kawasan Arcamanik Bandung Timur, yang juga merangkap sebagai rumah poduksi.

Diakuinya pula bahwa, kemampuan dalam memproduksi makanan ini merupakan hasil inovasinya sendiri, tidak meniru. Dalam se­minggu, produksi makanan yang dibuat oleh Veranty bisa mencapai 150 pack, dan bahan baku yang digunakan, semuanya adalah bahan baku lokal. Dalam proses produksi, Veranty dibantu oleh satu orang tenaga kerja.

Dalam sebulan, menurut Veranty, makanan yang diproduksinya mampu terjual hingga lebih dari 300 pack. Segmen pasar dari produknya adalah, mulai dari kalangan remaja sampai orang tua.

Produk makanan ini dijual pada kisaran harga dari Rp 20.000 – Rp 35.000. Pemasarannya selain secara offline, juga melalui media sosial, seperti instagram dan lain-lain. Omzet penjualan produk makanan buatan Veranty ini, perbulannya mencapai Rp 5 – Rp 6 juta.
Penganut moto hidup ”Berusaha dengan menikmati setiap prosesnya” ini menjelaskan bahwa, produk unggulannya terdiri atas daging sambal mentah serta tumisan daging pedas, dan juga sambel mentah Bali.

Semua makanan yang dibuat oleh Veranty adalah berdasarkan resep sendiri yang masih jarang ada di pasaran.

Agar produknya tetap mempunyai daya saing, Veranty berusaha untuk terus menerus melakukan promosi, dan ia juga sering turut serta dalam berbagai event. (E-018)***