Dapat Suntikan Rp13,6 Triliun, Wisata Luar Angkasa Bakal Jadi Kenyataan?

237

ARAB Saudi baru saja memamerkan robotnya yang memiliki kewarganegaraan. Namun rupanya ambisi bidang teknologi negara Timur Tengah itu belum berhenti.

Kerajaan Arab Saudi berniat untuk menginvestasikan USD1 miliar atau sekira Rp13,6 triliun pada perusahaan ruang angkasa Virgin Group. Hal ini terungkap berkat konglomerat miliarder Richard Branson.

Kontrak ini digambarkan sebagai kemitraan pada pesawat luar angkasa, peluncuran satelit, dan hiburan yang berpusat di luar angkasa. Investasi ini juga didukung oleh Dana Investasi Publik Arab Saudi.

Kemitraan ini akan menggandeng tiga perusahaan Virgin yakni Virgin Galactic, The Spaceship Company dan Virgin Orbit.

“Kemitraan dengan Virgin Group ini mencerminkan langkah besar yang dibuat Kerajaan menuju visi kami untuk ekonomi berbasis pengetahuan yang beragam,” kata Putera Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman dalam sebuah pernyataan.

Dalam sebuah posting di situs Virgin, Branson menulis bahwa investasi tersebut adalah tanda kepercayaan dari masyarakat internasional di tiga perusahaan, yang dia tekankan akan tetap berbasis di Southwestern Amerika Serikat (AS).

“Kami sekarang hanya beberapa bulan lagi dari Virgin Galactic untuk mengirim orang ke luar angkasa dan Virgin Orbit, menempatkan satelit di sekitar Bumi,” kata Branson.

Perusahaan antariksa Virgin Galactic sendiri belum mengirim pesawat berawak ke luar angkasa, namun itu kemungkinan akan segera berubah. Dia mengatakan pesawat ruang angkasa VSS Unity ditargetkan berada di luar angkasa sekira empat bulan.

Virgin Orbit adalah upaya lebih lanjut oleh Branson, yang ia lepas dari Virgin Galactic demi membangun roket yang diluncurkan untuk mengirim puluhan satelit kecil ke orbit. Peluncuran Virgin Orbit LauncherOne sendiri masih dalam pengembangan.

Perusahaan itu merencanakan uji coba penerbangan roket tersebut pada awal tahun depan, dengan peluncur sistem Boeing 747-400 yang tengah melalui tahap akhir pengujian terbang.

Investasi Arab Saudi akan memberi negara saham penting di perusahaan Virgin Group. Namun Branson mengatakan Virgin akan tetap menjadi pemegang saham mayoritas. Demikian dilansir CNBC, Senin (30/10/2017). (C-003/lnm)***