Standarisasi Baterai untuk Kendaraan Listrik

196
SONY DSC

Sebelum masuk ke era kendaraan listrik, Kementerian Perindustrian sedang membuat berbagai aturan standardisasi yang akan menyeragamkan kinerja industri otomotif di dalam negeri. Salah standardisasinya tentang komponen penting di kendaraan listrik, yaitu baterai.

Dirjen Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi dan Elektronik, Kementerian Perindustrian I Gusti Putu Suryawirawan menjelaskan, standardisasi baterai di Indonesia bukan dibuat khusus melainkan mengadopsi International Electrotechnical Commision (IEC) yang sudah digunakan di Eropa. Putu menyebut standardisasi baterai menggunakan IEC 626601 dan IEC 626602.

”Kita tidak perlu menciptakan kembali baterai yang benar itu seperti apa. Enggak usah dicari, karena mereka lebih maju, kita tinggal lakukan assestment, kita terjemahkan dalam bahasa Indonesia, kita adopsi, kemudian kita sahkan menjadi suatu standar,” ungkap Putu, dalam rilis yang diterima Bisnis Bandung, Rabu (1/11/2017).

Contoh , baterai lithium-ion sebagai sumber tenaga motor listrik BMW i8 bisa diisi ulang lewat listrik rumahan, BMW Indonesia menjual i8 berikut instalasi perangkat pengisian ulang untuk dipasang di rumah. Bukan hanya baterai, Putu juga mengungkap standardisasi nasional untuk keselamatan kendaraan listrik mengadopsi International Organization for Standardization (ISO). Standardisasi yang dipakai yakni ISO 13063.

Buat pelaku industri yang sudah memenuhi standardisasi , sedang diusahakan mendapat fasilitas yang memudahkan homologasi dari Kementerian Perhubungan. Standar­disasi itu juga akan membantu menciptakan produk-produk yang aman digunakan masyarakat. ”Hal semacam ini yang perlu dipersiapkan standarnya supaya peralatan yang beredar dan dijual luas merupakan peralatan aman dan tidak mengganggu kesehatan lingkungan,” tambah Putu. (E-002/BBS)***