Berbeda Dengan Negara Lain Dalam Bahasa Indonesia Terdapat Hal Unik

30

Dalam bahasa Indonesia, terdapat hal unik dalam pola sederetan angka. Pola unik ini mungkin hanya bisa ditemukan di Indonesia. Jadi sekali lagi pola ini hanya milik Indonesia. Setiap negara, bangsa dan daerah memiliki penyebutan tersendiri untuk angka-angka dari satu, dua sampai sepuluh.

Misalnya, di Indonesia untuk angka (3) disebut tiga, tapi di negara lain menyebutnya (angka 3) menjadi, tri, three, san, tolu dan sebagainya. Bahkan ada angka-angka dalam bahasa daerah yang penyebutannya sama dan ada pula yang berbeda.
Misalnya :
1= Satu
2 = Dua
3 = Tiga
4 = Empat
5 = Lima
6 = Enam
7 = Tujuh
8 = Delapan
9 = Sembilan
Ternyata pada setiap bilangan mempunyai saudara , ditandai dengan huruf awal yang sama.
Bila kedua saudara ini dijumlahkan angkanya, hasilnya pasti sepuluh. Contohnya Satu dan Sembilan mempunyai huruf awal S, dan bila dijumlahkan satu dan sembilan hasilnya adalah sepuluh. Begitu juga dengan Dua dan Delapan, Tiga dan Tujuh kemudian Empat dan Enam. Berturut-turut sampai angka Lima. Lima dijumlahkan Lima, juga hasilnya sepuluh. Tidak sampai di situ, ternyata huruf awalnya juga punya peranan penting terbentuknya bilangan . Misalnya, Satu dan Sembilan sama-sama huruf awalnya S yang secara kebetulan berada pada urutan 19 dalam alpabet.

Bila angka satu dan sembilan dijumlahkan kemudian dibagi dua untuk mencari rata-ratanya maka hasilnya adalah 5. Bentuk angka 5 sangat identik dengan huruf S. Kemudian Dua dan Delapan. Huruf awalnya adalah D yang urutan keempat. Bila delapan dibagi dua maka hasilnya adalah empat (pembenaran). Selanjutnya Empat dan Enam. Huruf awalnya adalah E yang urutan kelima.

Lima berada di antara Empat dan Enam . Sedangkan angka Lima, huruf awalnya adalah L yang digunakan untuk simbol angka lima puluh dalam perhitungan Romawi (pembenaran yang masih nyambung). Lalu bagaimana dengan Tiga dan Tujuh? Ternyata susah cari pembenarannya. DiĀ­tambah, dikurang, dibagi dan dikali ternyata belum juga ketemu.

Tiga dikali tujuh hasilnya 21, kurang satu angka dengan huruf T yang urutan ke 20. Tapi simbol V digunakan untuk menunjukkan angka tujuh dalam perhitungan Arabic. Dan V di urutan ke-22. Rahasianya, tidak pakai matematika. Cukup ditulis saja di kertas kosong, kemudian pasti bisa ketemu hubungannya. Coba tulis huruf T kecil (t) di sebuah kertas.

Kemudian putar kertasnya 180 derajat, maka Anda bisa lihat angka tujuh dengan jelas. Lalu bagaimana dengan angka tiga? Juga sama. Tulis huruf T besar di kertas pake font Times New Roman kemudian putar 90 derajat ke kanan searah jarum jam. Anda pasti bisa melihat angka tiga dengan jelas. Tapi hal itu merupakan pembenaran yang dipaksakan (sekali). (B-003/bbs) ***